Televisi Masing-masing di Rumah Warga Mengeluarkan Asap

Belasan televisi (TV) milik warga di Desa Liba, Kecamatan Tompaso tiba-tiba mengeluarkan asap saat pemiliknya sedang asik menikmati

Tayang:
Editor: Halmien

BANJARMASINPOST.CO.ID, TONDANO - Belasan televisi (TV) milik warga di Desa Liba, Kecamatan Tompaso tiba-tiba mengeluarkan asap saat pemiliknya sedang asik menikmati siaran, Sabtu (28/9) sekitar pukul 19.30 Wita.

Kejadian tersebut terjadi tiba-tiba seiring padamnya listrik disebagian rumah di desa tersebut. Bukan hanya TV, alat elektronik lain, seperti kulkas, pompa air, dispenser, bahkan ratusan lampu dilaporkan rusak. Warga mengatakan kejadian tersebut karena naiknya tegangan listrik secara tiba-tiba.

Reki Mawuntu (50) mengatakan saat itu tidak ada tanda-tanda akan terjadi lonjakan tegangan listrik. Saat itu dirinya sibuk melayani pelanggan dirumah makannya. Tiba-tiba TV mengeluarkan asap kehitaman dari bagian belakang namun TV tetap berfungsi normal.

Akibat munculnya asap dari TV, beberapa pelanggan yang sedang makan langsung berteriak dan lari keluar. Keluarganya yang disaat bersamaan sedang menonton di rumah belakang kiosnya juga berteriak dan lari keluar rumah karena kejadian serupa. Beberapa detik kemudian listrik di rumahnya padam.

"Saat itu banyak yang panik karena melihat asap keluar dari TV. Beruntung tidak terjadi kebakaran," ujarnya.

Setelah listrik kembali normal, dirinya memeriksa kondisi peralatan elektronik di rumahnya. Beruntung dua unit TV yang mengeluarkan asap ternyata masih bisa berfungsi, namun pompa air dan dispenser miliknya rusak.

Seorang warga lainnya, Levi Mononimbar mengatakan komplek tempat tinggalnya langsung heboh karena kejadian tersebut. Warga yang melihat TV mengeluarkan asap langsung keluar rumah karena takut terjadi kebakaran.

"TV saya juga mengeluarkan asap dan mengeluarkan bunyi seperti ledakan. Pagi tadi saya periksa dan ternyata masih bisa berfungsi, namun mengeluarkan bau seperti terbakar. Saya takut menyalakan TV itu agar kerusakannya tidak semakin parah," ujarnya.

Sekretaris Desa Liba, Refly Suak mengatakan pihaknya telah banyak menerima laporan kerusakan barang elektronik, namun belum mendapat data pasti jumlah barang yang rusak. Menurutnya dari laporan sementara mungkin ada sekitar 10 TV yang rusak karena lonjakan tegangan listrik secara tiba-tiba.

Refly menjadi korban dalam kejadian itu karena TV miliknya kini tidak berfungsi lagi. Menurutnya pemerintah desa masih akan melakukan pendataan alat elektronik yang rusak termasuk jumlah kerugian.

"Ini adalah kejadian pertama di desa kami. PLN harus bertanggungjawab karena mereka yang bertugas menangani distribusi listrik. Masyarakat sangat dirugikan akibat kondisi ini," ujarnya.

Kejadian saat itu dianggap aneh oleh warga karena biasanya jika ada pemadaman listrik maka akan terjadi menyeluruh. Namun saat itu hanya sebagian rumah yang listriknya padam, sedangkan rumah lain nyala lampu menjadi sangat terang. Laporan kerusakan alat elektronik berasal dari rumah warga yang saat itu listriknya tetap menyala.

Manager PLN Cabang Kawangkoan, Ronny Manengkey saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut mengatakan pihaknya telah menurunkan teknisi untuk memperbaiki jaringan listrik di Desa Liba. Menurutnya, beberapa jam setelah kejadian listrik didaerah tersebut telah normal. Namun menurutnya petugas belum mengetahui sumber penyebab lonjakan tegangan listrik tersebut.

Dirinya mengatakan satu hal yang pasti adalah lonjakan tegangan listrik ini bukan karena distribusi listrik dari pembangkit. Menurutnya jika terjadi karena distribusi listrik maka wilayah yang terdampak pasti akan sangat luas yaitu mencakup hampir semua kabupaten/kota di Sulut.

"Tidak mungkin karena gangguan pembangkit atau distribusi secara umum karena wilayah yang terdampak ternyata hanya didesa itu. Kami terus mencari sumber penyebab lonjakan daya listrik ini dan kami perkirakan ada kaitannya dengan kebiasaan warga mencuri listrik," ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved