Warga Ambon Panik Gara-gara Ahli Geologi Amerika

Warga sejumlah desa di pesisir Pulau Ambon, Senin (25/11/2013) dini hari, sempat dihebohkan isu gempa dan tsunami.

Editor: Ahmad Rizky Abdul Gani

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMBON - Warga sejumlah desa di pesisir Pulau Ambon, Senin (25/11/2013) dini hari, sempat dihebohkan oleh beredarnya isu bakal dilanda gempa dan tsunami.

Isu tsunami ini, menggegerkan warga di Pulau Ambon setelah sebuah surat kabar lokal di Ambon memuat hasil wawancara seorang ahli geologi dari Bringham Yong University, USA, Ron Harris pada pekan kemarin yang memaparkan akan terjadi gelombang tsunami di Ambon seperti yang terjadi di Aceh 2004 silam.

Kabar yang beredar, gempa dan tsunami tersebut berasal dari perairan Pulau Ambon. Alhasil, mereka memilih keluar dari rumah-rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang dianggap aman.

Warga di Desa Liang, dan Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, misalnya, mereka pergi ke tempat tempat tinggi sambil membawa barang-barang berharga yang dimiliki. Sebagian warga desa juga mengungsi di sejumlah kerabatnya di Kota Ambon.

Selain warga Desa Liang dan Tulehu, warga di sejumlah desa di Kecamatan Leihtu juga mengalami kepanikan hebat, warga yang percaya dengan adanya bencana tsunami di perairan Ambon ini juga memilih mengungsi dari rumah-rumah mereka ke tempat yang dianggap aman.

Salah seorang warga Desa Liang, Amo Samual, saat dihubungi Senin pagi, membenarkan sebagian besar warga di desanya memilih keluar dari rumah karena takut gempa dan gelombang tsunami.

Menurut dia, kebanyakan warga desa percaya jika gelombang tsunami akan menerjang desa-desa di pesisir Pulau Ambon termasuk desanya dalam waktu dekat ini.

"Ada yang sudah keluar dari malam, kita panik karena kita dengar akan ada gelombang tsunami seperti di Aceh. Dan banyak yang mempercayainya," kata Amo Samual.

Isu tsunami ini, tidak hanya menggemparkan warga di pesisir Pulau Ambon, warga di berbagai kawasan di Kota Ambon juga panik dan resah terhadap adanya informasi tersebut.

"Seluruh ijazah dan surat-surat penting yang ada telah kita bawa ke keluarga yang rumahnya berada di ketinggan," kata seorang warga Ambon lainnya, Mama Ela.

Terkait adanya isu tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Farida Salampessy meminta agar warga tidak panik karena informasi tersebut hanyalah isu. "Berita soal tsunami itu tidak jelas kapan akan terjadi," tegas Farida.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved