HIV/AIDS Ancam Rumah Tangga

DARI 3.041 kasus HIV/AIDS di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kota Kupang menempati posisi teratas dengan

Editor: Dheny Irwan Saputra

DARI 3.041 kasus HIV/AIDS di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kota Kupang menempati posisi teratas dengan 646 kasus. Data dari KPA Provinsi NTT ini menunjukkan bahwa penyebaran HIV/AIDS di Kota Kupang sudah sangat mengkhawatirkan.

Dari jumlah itu, rinciannya adalah yang terinfeksi HIV sebanyak 481 dan positif AIDS 165 orang. Sebelumnya, HIV/AIDS lebih banyak ditemukan pada laki-laki. Tetapi, tahun 2014 giliran perempuan lebih banyak. Usia mereka pada kisaran 20 hingga 45 tahun dengan pekerjaan yang paling banyak swasta, PNS, TNI/Polri, sopir, ojek dan ibu rumah tangga (IRT). Dari jumlah itu, IRT yang terkena HIV/AIDS sebanyak 15 persen.

Data ini menunjukkan bahwa penyakit HIV/AIDS bisa menyerang siapa saja. Menyerang semua golongan masyarakat tanpa mengenal status. Kita tidak tahu, apakan mengidap penyakit ini atau tidak. Terkadang, secara tidak sadar kita sudah terkena penyakit mematikan ini, karena pola hidup yang salah.

Untuk itu, penyakit ini perlu diketahui. Ciri-cirinya, cara penyebarannya dan bagaimana mengatasinya, dan apa yang perlu dihindari agar terhindar dari penyakit yang menyebabkan menurunnya kekebalan daya tahan tubuh tersebut. Pasalnya, penyakit ini bisa menular lewat berbagai media dan cara. Ini yang mesti diketahui oleh masyarakat.

Tugas pemerintah adalah melakukan sosialisasi. Masyarakat perlu diberitahu tentang penyakit ini. Data penyebaran penyakit dan mereka yang rentan terkena HIV/AIDS perlu dipublikasikan. Dan, melakukannya tidak boleh hanya sebentar. Terus menerus, rutin dan kontinyu sampai masyarakat tingkat bawah.

Dana Rp 1 miliar yang dianggarkan oleh Pemerintah Kota Kupang di tahun 2015, sebenarnya masih sangat sedikit dibanding tugas berat yang mesti diemban. Pasalnya, penyakit HIV/AIDS sudah menyebar dan jumlah penderitanya terus bertambah setiap tahun.

Bukan tidak mungkin, dengan perkembangan kota yang sangat cepat ditambah peredaran narkoba yang sulit diberantas, tahun depan penderita HIV dan AIDS meningkat dua kali lipat bahkan lebih.

Ini akan menjadi tantangan berat bagi kita. Tantangan bagi yang mengetahui bahaya penyakit ini, namun tidak bisa menghindarinya. Niat Pemko untuk membentuk Warga Peduli AIDS (WPA) di semua kelurahan perlu didukung. Bila perlu, secara sukarela, semua warga harus menjadi anggota WPA. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved