NEWSVIDEO
Polisi Ekspose Kasus Pembunuhan Guru SMKN 5 Banjarmasin
EKSPOSE yang dilaksanakan Senin (9/2/2015) ini, menghadirkan kedua tersangka, remaja kakak beradik Pra (15) yang tercatat sebagai pelajar SMA dan Wb
Penulis: Ratino Taufik | Editor: Yamani Ramlan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Polresta Banjarmasin menggelar ekspose kasus pembunuhan guru SMKN 5 Banjarmasin, H Ambia Rahman, yang jenazahnya ditemukan tewas dalam keadaan membusuk di rumahnya pada Selasa (3/2/2015) sekitar pukul 20.30 Wita.
Ekspose yang dilaksanakan Senin (9/2/2015) ini, menghadirkan kedua tersangka, remaja kakak beradik Pra (15) yang tercatat sebagai pelajar SMA dan Wb (14) yang masih duduk di bangku SMP.
Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Wahyono, kepada awak media mengungkapkan peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada (29/1/2015) sekitar pukul 20.00 Wita.
Tersangka Pra menghabisi nyawa korban karena merasa kesal korban ingin melakukan sodomi terhadap dirinya.
"Kedua tersangka berhasil dibekuk pada Sabtu (7/2/2015)," ungkap Wahyono.
Sementara, tersangka Pra mengaku korban hendak melakukan sodomi usai mengoral dirinya. Pra mengatakan, saat itu dia merasa kesal karena hendak disodomi oleh korban
"Saya pun permisi sebentar untuk pergi ke WC," ujarnya.
Saat di WC, Pra yang dibumbui rasa kesal seakan kalap mata. Niat untuk menghabisi nyawa korban timbul, ketika dia melihat tali jemuran di dekat WC.
Begitu ada kesempatan, dengan menggunakan tali jemuran tersebut Pra menjerat leher korban hingga korban tewas.
Setelah mengetahui korbannya sudah tak bernyawa, Pra lantas pergi dari rumah itu untuk pulang ke rumah.
Ia pun kemudian mengajak adiknya Wb untuk kembali ke rumah korban.
Wb pun mengaku terkejut atas apa yang dilakukan sang kakak. Ia tidak meyangka bahwa kakaknya telah menghabisi nyawa korban.
Pra meminta adiknya itu untuk membantunya membawa barang-barang berharga milik korban. Sepeda motor CBR merah, beberapa unit handphone dan laptop dibawa kabur oleh Pra dibantu sang adik. (Banjarmasin Post/Ratino Taufik)