Artis Pasangan Lesbian Jepang Gelar Pernikahan

Setelah pengakuan sah sebagai partner hidup antara sesama jenis dilakukan di daerah Shibuya Tokyo per 1 April 2015 (sertifikat partner

Editor: Eka Dinayanti
Foto Kengo Hiyoshi
Akane Sugimori (28) kiri, dan Ayaka Ichinose (34) mencoba baju nikahnya di daerah Chuo Tokyo 14 Januari 2015 untuk pernikahannya 19 April 2015. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TOKYO - Setelah pengakuan sah sebagai partner hidup antara sesama jenis dilakukan di daerah Shibuya Tokyo per 1 April 2015 (sertifikat partner, bukan sertifikat menikah), pasangan artis sesama jenis, tanggal 19 April 2015 akan melangsungkan pernikahannya di Tokyo.

Dua artis TV personality ini, Akane Sugimori (28) kiri, dan Ayaka Ichinose (34) akan menikah 19 April mendatang, menjadi pasangan atau partner serumah dan akan mendapat sertifikat partnership oleh pemda Kota Shibuya Tokyo.

Berikut adalah wawancara Asahi dengan kedua pasangan tersebut:

"Manajer saya tentu saja menentang perkawinan ini dan mengingatkan saya bakalan kehilangan pekerjaan," kata Ichinose.

Tahun 2009 memang ternyata Ichinose kehilangan pekerjaan setelah mengumumkan bahwa dia lesbian.

"Saya kehilangan pekerjaan untuk sebuah majalah. Tapi saya mengorganisir sebuah proyek, memproduksi film mengenai sexual minorities. Saya juga tampil pada berbagai talk-show untuk hal tujuan yang sama," tambahnya.

Menikah adalah sebuah batu loncatan yang sangat berarti bagi sebuah kehidupan bersama.

"Kita bertemu di sebuah bar di Shinjuku Oktober 2012. Setelah itu saya katakan saya manikahi kamu dan kita sama-sama bahagia," kata Sugimori.

Ayah Ichinose juga setuju dengan perkawinan mereka.

"Saya tak berkeberatan bila kamu memang berbahagia," kata Ichinose menirukan jawaban ayahnya.

Tapi sang ayah juga berpesan agar jangan bikin susah keluarganya karena dia tak mengerti mengenai hubungan sesama jenis.

Sugimori juga mengakui karena perkawinan ini secara hukum masih belum resmi, walaupun menerima Sertifikat Partnership dari pemda Shibuya, bisa terjadi kesulitan hidup nantinya. Misalnya saat membutuhkan tandatangan keluarga saat mau operasi, kita tak boleh tandatangan karena kita bukan anggota keluarga resmi secara hukum.
"Di situlah bisa muncul masalah," katanya.

Ichinose ingin perkawinan ini menjadi katalisis bagi sesama jenis lain yang ingin melangsungkan pernikahannya di masa depan.

Setelah mengumumkan pernikahan mereka, Sugimori mendapat banyak tanggapan di twitternya. Setidaknya ada 400 komentar yang kebanyakan mengungkapkan perasaan sebagai orang yang suka sesama jenis dan merasa masih terbeban tak bisa mengungkapkan perasaannya secara terbuka karena hukum masih belum memperkenankannya.

"Akan mudah sekali mereka ke luar kalau hukum secara resmi mengakui mengesahkan perkawinan sesama jenis," papar Sungimori.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved