Dodol Kandangan Dijual Hingga Samarinda

Papan reklame, sekaligus kios dodol khas Kandangan, dapat ditemui pula di sepanjang ruas jalan Trans-Kalimantan, mulai dari Kota Banjarmasin

Tayang:
Editor: Didik Triomarsidi
banjarmasinpost.co.id/kompas.com
Pengemasan dodol khas Kandangan 

Produsen dodol lain, yaitu Hj Hamdanah (43), membuat dodol di Desa Telaga Bidadari, Kecamatan Sungai Raya. Lokasinya sekitar 1 kilometer dari tempat produksi dodol Ibu Mita. Ia memberi nama dodolnya Berkat Shalawat. Nama ini baru dipakai beberapa bulan. Nama sebelumnya adalah Dodol Mama Alfi, yang sebenarnya lebih dikenal.

Siang itu rumah Hamdanah juga ramai. Dia bersama tiga karyawannya berada di ruang tengah, sedang memotong adonan dodol yang sudah dingin, dan mengemasnya dalam plastik bening. Di sudut ruangan itu tampak 10 baskom plastik berisi adonan dodol jadi yang belum dipotong. Sehari, Hamdanah bisa membuat dodol hampir 300 kilogram.

”Ini dodol asli bahannya. Tanpa bahan pengawet, dodol hanya tahan maksimal sebulan. Sebaiknya dodol jangan disimpan di kulkas. Letakkan saja di ruang terbuka atau dimasukkan ke stoples,” ujar Hamdanah.

Dodol asal Kandangan punya sejarah panjang. Hamdanah mengklaim keluarganya yang merintis pembuatan dodol di Kandangan. Neneknya mengawali membuat dodol, puluhan tahun silam. Resep keluarga pun diturunkan hingga ke Hamdanah. Dari resep keluarga inilah lalu dodol menyebar setelah dibawa pekerja yang memilih keluar dan membuak usaha sendiri atau pada pemodal lain.

”Dahulu nenek membuat yang belum ada mereknya. Dulu mana berpikir soal merek. Setelah berkembang, barulah perlu merek. Ternyata usaha keluarga ini menginspirasi warga Kandangan lainnya,” ujar Hamdanah.

Salah satu yang tidak memasang plang nama adalah produsen Dodol Nabila yang dibuat Mohammad Nur (30). Papan nama di depan rumahnya malah bertuliskan H Zaini.

”Itu nama bapak saya. Bapak yang mengolah kacang untuk dodol buatan saya. Saya tak memasang plang nama di depan rumah karena bagi kami yang penting orang tahu dodol bikinan kami,” ungkap Nur, yang mengawali usaha tahun 2004.

 
 
 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved