208 Imigran Ditumpuk seperti Ikan Sarden

Wajah mereka menunjukkan rasa bersyukur, saat petugas yang membawa kapal mereka ke darat, berusaha mengeluarkanya para imigran gelap dari Bangladesh.

Editor: Yamani Ramlan
Mirror
Para imigran asal Bangladesh tampak berdesakan di palka kapal yang semput saat diamankan angkatan laut Myanmar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ketakutan, dehidrasi dan kelelahan. Gambaran mengerikan itu terlihat saat personel Angkatan Laut Myanmar menemukan sebanyak 200 imigran ditumpuk di palka sebuah perahu kecil, Jumat (22/5/2015) malam.

Wajah mereka menunjukkan rasa bersyukur, saat petugas yang membawa kapal mereka ke darat, berusaha mengeluarkanya para imigran gelap dari Bangladesh itu.

Para imigran tersebut tinggal berhimpitan seperti ikan sarden. Mereka pun berebutan mengulurkan tangan agar segera dikeluarkan dari palka perahu kecil tersebut.

Para pejabat di Myanmar mengatakan, para migran tersebut terlihat putus asa telah membuat perjalanan berbahaya mereka dari Bangladesh.

"Ada 208 orang di kapal tersebut. Sebanyak 10 orang berusia sekitar 14 tahun, dan sisanya berusia antara 30 dan 40 tahun. Mereka berasal dari Cox Bazar, Chittagong dan utara Dhaka," kata juru bicara pemerintah Myanmar, Ye Htut, seperti dilansir New York Post yang dikutip Mirror, Sabtu (23/5/2015).

"Mereka dibawa oleh sembilan anggota awak dan dua penerjemah Bengali. Mereka sama sekali tidak bisa berbahasa Inggris," lanjutnya.

Banyak negara di kawasan ini yang menemukan perahu yang sama, berisi migran yang mengeluhkan penganiayaan di negara asal mereka.

Dalam banyak kasus, para migran itu berusaha untuk mencapai negara ketiga seperti Indonesia dan Malaysia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved