Gurihnya Soto Banjar Bang Amat, Masaknya Serba 4 Jam

Agar rasanya enak, ternyata soto ini harus dimasak serba empat jam.

Penulis: Yayu Fathilal | Editor: Ratino Taufik
banjarmasin post.co.id/Yayuk Fathilal
Soto Banjar Bang Haji Amat atau lebih dikenal sebagai Soto Bang Amat 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Soto Banjar adalah kuliner khas Banjarmasin. Soto Banjar di Banjarmasin banyak yang menjualnya, namun yang paling dikenal adalah Soto Banjar Bang Haji Amat atau lebih dikenal sebagai Soto Bang Amat.

Alamatnya di Jalan Banua Anyar nomor 6, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Posisinya di dekat Jembatan Banua Anyar, bersisian dengan Sungai Martapura.

Warung soto ini sudah dikenal sejak lama karena kesedapan rasa soto Banjarnya. Tak heran jika warung ini selalu dipenuhi tamu dan kerap dijadikan destinasi wisata kuliner bagi mereka yang hendak mencicipi kuliner khas orang Banjar ini.

Salah satu pelangannya adalah Surya yang tampak lahap memakan soto tersebut. Dia kerap membawa sanak keluarganya yang tinggal jauh dari Banjarmasin ke warung soto ini.

"Sotonya enak, gurih dan porsinya besar. Puas makannya. Bisa plus seporsi sate juga," sebutnya.

Pengunjung lainnya, Siti, mengaku sudah beberapa kali ke mari. "Biasanya bersama teman-teman atau keluarga. Yang bikin kangen itu satenya, enak banget disantapnya sama soto Banjar," ujarnya.

Rasa kuah sotonya terasa sedang asinnya. Ditambah lagi dengan potongan daging ayam yang terasa masak dan empuk hingga ke dalam. Dagingnya tidak alot sehingga mudah dipotong dengan sendok dan garpu.

Daging sate ayamnya pun terasa empuk di lidah. Bumbu satenya terasa menyatu dengan daging.

Menurut Pemilik Warung Soto Bang Haji Amat, Shafwati, nama warungnya ini diambil dari nama suaminya yang juga pemilik warung ini, yaitu Haji Amat atau Bang Amat. Warung ini sudah beroperasi sejak 13 tahun lalu.

Dulu hanya berupa warung kecil. Modal awalnya pun hanya Rp 5 juta dan sotonya sering tak laku. "Dulu menghabiskan seekor ayam untuk dijual jadi bahan soto saja susahnya minta ampun," sebutnya.

Berbeda dengan sekarang yang pengunjungnya sudah banyak. Bahkan bisa dikatakan warung ini jarang sepi dari pengunjung.

Pengunjung warungnya tak hanya orang Banjarmasin, namun dari luar Kalimantan Selatan juga banyak. Warungnya ini tepat di bantaran Sungai Martapura, sehingga pengunjung bisa melihat langsung pemandangan kehidupan sungai di Banjarmasin. Apalagi sekarang ada hiburan musik tradisional Banjar, yaitu panting di sini dari pagi hingga sore. Tak heran jika kemudian omset yang bisa diraupnya tiap bulan sekitar Rp 400 juta hingga Rp 500 juta.

Semua itu berkat cita rasa kegurihan soto Banjar yang menjadi menu andalannya. Agar rasanya enak, ternyata soto ini harus dimasak serba empat jam.

Bahannya ketupat yang dimasak selama empat jam. Kemudian, ayamnya dan kuah sotonya juga direbus selama empat jam hingga empuk.

"Resep soto ini warisan dari orangtua saya. Dulu, dimasak menggunakan kompor minyak, sekarang pakai kompor gas. Hasil cita rasa gurihnya sama saja, tidak berubah," ungkapnya.
Menyantap soto Banjar bisa dengan sate, baik sate ayam, kulit ayam ataupun ampela. Bisa juga disantap tanpa sate.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved