Pedangdut SAG Akan Dipanggil Paksa Polisi Atas Kasus Pelecehan Seksual
Lantaran mangkir selama dua kali dari panggilan pemeriksaan penyidik Unit Perlindungan Perempuan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Lantaran mangkir selama dua kali dari panggilan pemeriksaan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan, pedangdut SAG akan dipanggil paksa oleh pihak kepolisian.
Pedangdut itu disebut-sebut adalah Solid AG. Namun, hingga semalam Solid AG tak dapat dihubungi untuk konfirmasi.
Pasalnya, pedangdut itu diduga mencabuli seorang bocah perempuan berinisial TAP (5) di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada bulan Desember 2014 lalu.
Kanit PPA Polrestro Jakarta Selatan, AKP Nunu menuturkan bahwa pihaknya akan memanggil paksa SAG ke Mapolrestro Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dalam beberapa waktu ke depan.
Pasalnya, dua pemanggilan pemeriksaan terhadap SAG tidak digubris.
"Dua kali pemanggilan sudah kami layangkan. Namun, yang bersangkutan tidak hadir. Jadi nanti pemanggilan ketiga akan dijemput kalau tidak hadir," kata Nunu saat dihubungi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (31/5).
Sesuai dengan surat pelaporan nomor LP/2162/K/XII/2014/PMJ/Restro Jaksel, SAG dilaporkan oleh orangtua bocah itu, N karena melakukan pelecehan seksual di sebuah kantor MRN Production House, Jalan Tebet Raya nomor 29, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Selain itu, N juga melakukan visum terhadap putri keduanya itu melengkapi berkas-berkas pemeriksaan.
"Dua alat bukti sudah ada untuk memanggilnya. Hasil visum kekerasan dan keterangan saksi," ungkapnya.
Dia pun belum mau memberitahu kapan SAG akan dipanggil paksa oleh pihak kepolisian.
Namun, dia membenarkan kalau pelaku itu adalah dari kalangan artis dan berprofesi sebagai pedangdut.
"Nanti sajalah pas sudah ketangkap, baru disampaikan secara detail," tuturnya.
Pedangdut, SAG diduga melakukan tindakan pelecehan seksual kepada bocah perempuan berinisial TAP (5) di sebuah kantor MRN Production House, di Jalan Tebet Raya nomor 29, Tebet, Jakarta Selatan pada Desember 2014 lalu.
Pelecehan seksual itu diungkapkan korban setelah merasa kesakitan di bagian kelamin ketika buang air kecil.
Informasi yang dihimpun, saat kejadian itu, korban tengah menemani ibunya, yakni N bekerja di tempat tersebut sebagai juru masak kantor, di lantai 4 gedung tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/leceh-seksual-bocah-ilustrasi-jua_20150415_111535.jpg)