Biaya Jual Beli Rumah Indonesia Lebih Mahal daripada di Jepang

Biaya transaksi property di Indonesia juga masih lebih tinggi daripada di Malaysia, Vietnam, China, Thaiwan, India, Thailand, Kamboja, dan Pakistan.

Editor: Yamani Ramlan
GLOBAL PROPERTY GUIDE
Grafik Biaya Jual-beli tanah di beberapa negara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TOKYO - Biaya transaksi jual-beli tanah dan atau rumah di Indonesia ternyata lebih mahal daripada Jepang.

Di Indonesia mencapai 14,75% sedangkan biaya transaksi di Jepang hanya 13,36%. Demikian data yang diungkapkan Global Property Guide (GPG) baru-baru ini di situsnya.

Biaya transaksi property di Indonesia juga masih lebih tinggi daripada di Malaysia, Vietnam, China, Thaiwan, India, Thailand, Kamboja, Pakistan, Bangladesh, Mongolia dan Nepal.

Jumlah biaya jual beli tersebut termasuk semua biaya, di luar harga jual, masuk ke dalam nilai property.

Dengan asumsi pembelian oleh asing dengan nilai 250.000 dolar AS, tunai, kondominium di kota besar, bangunan baru, atau property beli dari pemilik langsung.

Sedangkan biaya transaksi dapat dipecah ke dalam empat kategori utama yaitu biaya registrasi, biaya agen perumahan, biaya legal, dan pajak penjualan serta pajak transfer.

Biaya insidental lain seperti biaya survei, biaya ijin tinggal atau biaya penggunaan untuk kantor, tidak termasuk ke dalam perhitungan tersebut.

Agen property dan notaris seringkali negosiasi. Meskipun demikian saat ini menurut GPG tingkat permintaan apartemen luks meningkat pesat di Jakarta dibandingkan beberapa tahun terakhir.

Banyak harga saat ini antara 2700 dolar AD-3400 dolar AS per meter persegi. Keuntungan sewa juga meningkat tinggi antara 7-8,4%. Namun turun dibandingkan tiga tahun lalu yang sempat meningkat antara 10-13%.

Kesulitan membeli property bagi asing terutama legalitas yang sangat kompleks dan biaya transaksi tinggi, sehingga total harga property menjadi sangat mahal sekali.

Villa di Bali sangat menarik dengan harga sekitar 1.400-2.300 dolar AS per meter persegi. Sedangkan sewa semakin murah antara 2,3-6% saat ini.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved