Berburu Kudapan Khas Kalsel di Toko Andalas

Mendapatkannya bisa di toko-toko yang menjual cinderamata atau makanan khasnya, di antaranya ada di Toko Oleh-oleh Khas Kalimantan Selatan Andalas

Penulis: Yayu Fathilal | Editor: Didik Triomarsidi
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilah
Toko Oleh-oleh Khas Kalimantan Selatan Andalas di Jalan Perintis Kemerdekaan nomor 12 RT 21, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Utara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berkunjung ke Kalimantan Selatan, tak lengkap rasanya jika tidak pulang membawa buah tangan khas setempat.

Mendapatkannya bisa di toko-toko yang menjual cinderamata atau makanan khasnya, di antaranya ada di Toko Oleh-oleh Khas Kalimantan Selatan Andalas di Jalan Perintis Kemerdekaan nomor 12 RT 21, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Di toko ini, dijual berbagai camilan khas Kalimantan Selatan seperti wadai gapit, dodol Kandangan, rimpi, amplang, wadai sagu, wadai satu, rabuk haruan dan tengiri, gabin, wajik, dan sebagainya. Ada juga madu produksi hutan Kalimantan dan ikan-ikan kering seperti sepat dan saluang yang sudah dikemas.

Tak ketinggalan, ada lagi sambal khas Banjar, yaitu sambal acan yang sudah dikemas dalam bentuk botol. Untuk cinderamata ada berbagai batu akik, gelang, kalung batu, alas makan dan karpet dari lampit (rotan), tas tangan berbahan ilung (eceng gondok), dan sebagainya.

Harga yang dibanderol berkisar ribuan rupiah hingga ratusan ribu rupiah. Misalnya amplang, ada yang berbungkus kecil hingga besar. Masing-masing berbeda harganya. Kisarannya antara Rp 8.000-Rp 75.000.

Ikan kering sepat dijual Rp 15.000 per bungkus dan ikan saluang ada yang Rp 25.000 juga Rp 40.000. "Ikan terbang kering juga ada, sebungkusnya Rp 25.000," jelas pemilik toko ini, Ilham.

Mau merasakan nikmatnya rabuk (abon) ikan haruan (ikan gabus) dan tengiri khas Kalimantan Selatan? Di sini juga ada. Sebungkusnya dijual antara Rp 27.000 hingga Rp 50.000.

Mau yang murah juga ada, misalnya kue wajik dan dodol Kandangan khas Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Sebungkusnya dijual Rp 6.000. Ada lagi kue rimpi, juga khas Kalimantan Selatan, dijualnya Rp 6.000 per bungkus. Kacang jaruk produksi Kabupaten Tapin juga ada, dijualnya Rp 35.000 per bungkus.

Sementara untuk kerajinan tangan seperti karpet dan alas makan berbahan rotan atau lampit dijualnya Rp 75.000 dan Rp 210.000.

Ada lagi miniatur jukung atau perahu khas Banjar berbahan rotan. Ukurannya cukup besar untuk sebuah pajangan mini, dijualnya Rp 35.000 per buah. "Kalau tas tangan untuk perempuan, saya jual Rp 25.000 dan Rp 35.000. Bahannya ilung atau eceng gondok yang banyak tumbuh di sungai-sungai di Kalimantan Selatan," bebernya.

Dia juga menjual kerajinan lainnya, yaitu topi purun. Topi purun adalah topi tradisional orang Banjar berbahan tumbuhan khas Kalimantan bernama purun. Sebuahnya dijualnya Rp 10.000.

Baju-baju juga dijual di sini. Ada yang bermotif khas Dayak, ada juga bermotif khas Banjar, yaitu sasirangan. Selembarnya untuk ukuran dewasa dijualnya antara Rp 20.000-Rp 29.000.

Melengkapi dagangannya, dia juga menjual sambal acan khas Banjar yang sudah dalam bentuk kemasan botol kecil. Sebotol kecil dijualnya Rp 16.000.

Toko ini cukup ramai dikunjungi pembeli. Mereka berbelanja di sini dengan berbagai motif. Ada yang berbelanja untuk dikonsumsi atau dipakai sendiri, ada juga yang untuk oleh-oleh.

Felicia misalnya, memborong banyak kudapan seperti amplang dan kacang sebagai oleh-oleh untuk teman-temannya di Jakarta. "Saya orang Banjarmasin tetapi kuliah di Jakarta. Beli ini buat oleh-oleh untuk teman-teman saya di Jakarta. Soalnya, di Jakarta kan nggak ada kudapan seperti ini," jelas perempuan berambut panjang ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved