Ini Dia Sejarah Pasar Tungging di Banjarmasin

Pasar ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan pasar-pasar lainnya. Bahkan pasar ini menjadi pelopor puluhan pasar serupa yang tersebar

Penulis: Yayu Fathilal | Editor: Didik Triomarsidi
banjarmasinpost.co.id/yayu fathilah
Baginilah pemandangan Pasar Tungging di Kota Banjarmasin kalau malam hari. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pasar Tungging adalah sebuah kawasan belanja murah di Kota 'Seribu Sungai' Banjarmasin. Letaknya di Jalan Belitung, dan agak di ujung jalan ini.

Pasar ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan pasar-pasar lainnya. Bahkan pasar ini menjadi pelopor puluhan pasar serupa yang tersebar di Kota Banjarmasin dan sekitarnya.

Secara umum, barang yang dijual sama saja dengan di pasar lainnya, yaitu menjual berbagai baju, topi, sepatu, aksesori perempuan seperti bros, jepit rambut, parfum, sepatu, jilbab, dan sebagainya.

Barang-barang yang dijual murah dengan kisaran harga antara Rp 10.000 hingga ratusan ribu rupiah.

Kualitas barangnya pun bisa dikatakan berkelas walau dijual di pasar kaki lima.

Di balik semua itu, ada kisah menarik dari sejarah pembangunan dan penamaan pasar ini.

Namanya pasar tungging.

Disebut demikian karena dulunya pasar ini berada di tepi Jalan Belitung, Banjarmasin, membentang dari mulut jalan hingga ke ujung jalan sepanjang sekitar dua kilometer.

Para pedagangnya bebas menggelar lapak jualan mereka dan para pembeli pun bisa dengan leluasa memilih-milih barang yang diincar.

Karena posisinya di pinggir jalan dan lapak-lapak penjual di atas tanah saja, sehingga membuat para pembeli jadi menunggingkan pantat mereka saat bertransaksi atau sekadar memilih barang, banyak warga kemudian menjulukinya pasar tungging.

Nama itu demikian melekat sehingga populer ke seantero Banjarmasin hanya dari kabar mulut ke mulut.

Karena saking terkenalnya dengan harga murah namun kualitas barangnya bagus, banyak warga kemudian memadati kawasan ini di malam hari sehingga membuat jalan ini sangat macet dan mengganggu lalu lintas.

Beberapa tahun silam, kawasan ini ditertibkan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin dan para pedagangnya direlokasi ke lokasi Pasar Tungging yang sekarang.

Kendati sekarang lapak para penjualnya tak lagi di tepi Jalan Belitung dan pembeli tak lagi harus menunggingkan pantat mereka saat bertransaksi, namun nama Pasar Tungging sudah sangat melekat sehingga kawasan relokasinya tetap saja dinamai Pasar Tungging.

Barang-barang yang dijual di sini biasanya dipasok dari Jawa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved