Paket Kebijakan Pemerintah Dorong Penguatan Rupiah
Tren penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi beberapa hari terakhir
Penulis: Anjar Wulandari | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tren penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi beberapa hari terakhir menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Harymurthy Gunawan disebabkan beberapa faktor. Salah satunya optimisme pelaku pasar terkait paket kebijakan pemerintah.
Berdasarkan catatan pihaknya penguatan rupiah cukup signifikan. Dari semula Rp 14.727 pada 1 Oktober 2015, menjadi Rp 13.878 di 8 Oktober 2015.
"Penguatan rupiah terhadap dolar AS ini ada beberapa faktor yang menyebabkannya," jelasnya saat diskusi bersama jurnalis Banjarmasin, Senin (12/10).
Dari sisi eksternal, jumlah tenaga kerja baru dari sektor nonpertanian lebih rendah dari perkiraan pasar. Data tenaga kerja AS tidak sebaik perkiraan tersebut menyebabkan mundurnya perkiraan kenaikan Fed Fund Rate. Data tenaga kerja AS juga menyebabkan inflow dari investor ke pasar saham emerging markets, termasuk Indonesia. Pada 5 Oktober bursa saham menguat ke level IHSG 4344, naik 3,28 persen dari penutupan hari sebelumnya di level 4206.
Lalu di sisi Internal atau domestik, pelaku pasar menyambut optimistis adanya rencana pemerintah merilis paket kebijakan jilid III. Kebijakan ini diharapkan dapat lebih memperkuat stabilitas ekonomi dalam negeri. "Selain itu Bank Indonesia juga terus berada di pasar untuk memonitor perkembangan, termasuk di dalamnya melakukan lelang swap," tambahnya.
Sementara, ada juga indikator sejalan penguatan rupiah, per 5 Oktober 2015. Seperti yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun 23 basis poin ke level 9,15 persen. Credit default swap (CDS) 5Y Indonesia turun ke level 250,7 bps pukul 16.30 WIB. "Penurunan level CDS ini menunjukkan persepsi adanya penurunan risiko investasi di Indonesia," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-nilai-tukar-rupiah-terhadap-dollar-as_20150830_180504.jpg)