Tribun Smart
Memahami, Membimbing dan Memberi Dampak
Kepergian ayah sempat membuat Annisa merasa kehilangan arah dan mempertanyakan kembali tujuan melanjutkan pendidikan
Penulis: Salmah | Editor: Kamardi Fatih
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lulus Strata Satu (S1) Pendidikan Matematika dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini, ketika mengawali status sebagai mahasiswa harus dihadapkan tantangan berat. Meski demikian ia mampu melaluinya hingga meraih gelar sarjana.
"Satu di antara tantangan terbesar dalam hidup saya adalah ketika harus kehilangan ayah tepat seminggu sebelum saya memulai PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) ," ujarnya.
Kepergian ayah sempat membuat Annisa merasa kehilangan arah dan mempertanyakan kembali tujuan melanjutkan pendidikan.
"Namun, saya kemudian menyadari bahwa melanjutkan apa yang telah saya mulai bisa menjadi satu di antara bentuk bakti dan cara saya menghargai harapan beliau," katanya.
Selain itu, ia menghadapi tantangan dalam proses belajar, terutama karena pada awalnya ia tidak sepenuhnya menyukai matematika secara perhitungan. Hal ini sempat membuat ia kesulitan memahami materi di awal perkuliahan dan merasa frustrasi.
"Mengatasinya, saya mencoba mengubah pendekatan belajar saya. Saya mulai mencari bagian atau materi yang saya sukai, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan. Saya juga belajar untuk tidak memaksakan diri secara berlebihan, melainkan memberi waktu bagi diri sendiri untuk memahami materi secara bertahap. Dengan konsistensi dan pendekatan yang lebih tepat, saya akhirnya mampu melewati tantangan tersebut dan meningkatkan hasil belajar saya," kata Annisa.
Selama masa studi, ia tidak hanya fokus pada akademik, tetapi aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan seperti organisasi, volunteer dan pelatihan di bidang pengembangan diri seprti menjadi konselor sebaya serta data analisis.
"Mengenai alasan memilih Pendidikan Matematika, karena saya memiliki ketertarikan pada pola berpikir logis dan sistematis. Selain itu, saya melihat dan mendengar, matematika sering dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit oleh banyak siswa dan orang sekitar saya," ujarnya.
Dari pengalaman pribadi, ia pernah diajarkan matematika oleh guru yang menyenangkan, sehingga matematika terasa lebih mudah dipahami dan tidak menakutkan.
"Hal tersebut menjadi motivasi saya untuk menempuh jurusan ini, agar saya juga dapat membantu siswa mengubah perspektif mereka terhadap matematika dari yang dianggap sulit menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami," katanya.
Satu di antara pengalaman yang paling berkesan baginya adalah ketika menjadi objek penelitian dosen di kampus terkait cara berpikir dalam menyelesaikan soal matematika. Dari pengalaman tersebut, ia jadi lebih memahami pola pikir sendiri dan terdorong untuk terus memperbaiki cara berpikir agar lebih efektif dan terstruktur.
Selain itu, Annisa pernah menjadi rayon Kabupaten Tabalong dalam kegiatan Gebyar Matematika ULM 2022. Dalam peran tersebut, ia bertugas mengantarkan surat, mencari tempat, serta membantu menyelenggarakan seleksi penyisihan.
Dari pengalaman ini, ia belajar banyak hal, koordinasi tim, membangun kepercayaan diri, kemampuan negosiasi, serta mengorganisir sebuah kegiatan.
Annisa yang memiliki banyak pengalaman volunteer, termotivasi mengikuti berbagai kegiatan itu berangkat dari prinsip, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang di sekitarnya. Ia menyadari, waktu setiap orang terbatas, sehingga ia ingin bisa memberikan dampak positif sejak sekarang.
"Saat ini, mungkin saya belum bisa memberi banyak secara materi, namun saya berusaha berbagi melalui hal-hal yang saya miliki, seperti ilmu, perhatian, dan kehangatan kepada orang lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Annisa-Khalawatul-Zakiah.jpg)