Kalsel Tak Miliki Alat Pengukur Kualitas Udara
Alat pengukur kualitas udara, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), sudah diusulkan sejak 2013 lalu. Tapi hingga 2015 ini, ketika kejadian kabut asap
Penulis: Restudia | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kejadian kabut asap yang melanda wilayah Kalsel, ternyata tak diiringi dengan kesiapan pengukuran udara. Masalahnya Kalsel tak memiliki alat pengukur udara.
Sedang, pengukuran udara dilakukan secara manual oleh kabupaten dab kota di Kalsel.
Alat pengukur kualitas udara, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), sudah diusulkan sejak 2013 lalu. Tapi hingga 2015 ini, ketika kejadian kabut asap berulang, alat ISPU tak juga kunjung dimiliki.
Dijelaskan Kepala BLHD Kalsel, Ikhlas Indar menjelaskan pada 2013 lalu sudah mengusulkan ke Kementrian Kehutanan dan LH. Tapi tidak terealisasi. BLHD Kalsel menganggarkan usulan ISPU pada 2014 lalu melalui APBD.
Sayangnya, tim anggaran mencoret usulan anggaran pengadaan ISPU. "Di anggaran tidak muncul, dianggap tidak urgen," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kabut-asap-pagi-hari-banjarmasin_20151019_065917.jpg)