Pilot Militer Amerika yang Diburu Sukhoi Ternyata Doyan Nasi Goreng

"Malah untuk makan James minta nasi goreng, yah kami belikan nasi goreng di luar," ujar Danlanud Tarakan Letkol Pnb Tiopan Hutapeakerjanya di Lanud.

Editor: Didik Triomarsidi
Lanud Tarakan
Perwira menengah Angkatan Laut Amerika Serikat, Letkol James Patrick Murphy mengangkat tangan saat dipaksa mendarat oleh TNI AU di Lanud Tarakan, Senin (9/11/2015). Pilot pesawat asing Cesna tersebut masuk wilayah Indonesia secara ilegal dan masih ditahan hingga Rabu (11/112015). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TARAKAN - Sudah empat hari ini penerbang yang merupakan anggota militer Amerika Serikat, Letkol James Patrick Murphy, yang masuk secara ilegal di daerah perbatasan Ambalat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), ditahan di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Tarakan.

Entah di ruangan mana di Lanud Tarakan, pastinya James ditempatkan.

Pasalnya ketika Tribun mengunjungi Lanud Tarakan, Kamis (12/11) untuk menemui Danlanud Tarakan Letkol Pnb Tiopan Hutapea, sama sekali tidak telihat keberadaan James.

Saat ditanya Tribun, di ruangan mana di Lanud Tarakan James tinggal, orang nomor satu di Lanud Tarakan enggan berkomentar.

"Saya no comment," ucapnya yang enggan berkomentar panjang lebar mengenai keberadaan James di Lanud Tarakan.

Tiopan mengaku, bahwa warga negara Amerika Serikat tersebut masih diinapkan di Lanud Tarakan. Selama tinggal di wilayahnya, untuk logistik seperti makan dan minum, masih menjadi tanggung jawabnya.

"Untuk logistik, belum ada pihak yang bertangung jawab. Namun sebagai rasa kemanusiaan saya yang kasih dia (James) makan. Malah untuk makan James minta nasi goreng, yah kami belikan nasi goreng di luar," ujarnya yang ditemui di ruang kerjanya di Lanud Tarakan.

Menurut Tiopan, selama tinggal di Lanud Tarakan, aktivitas kehidupan James normal seperti orang biasanya.

Mulai dari tidur, makan dan minum semua dilakukannya. Tak hanya itu James pun diperbolehkan untuk menonton televisi.

"Kami juga masih memberikan kesempatan kepada James untuk telepon menghubungi perusahan dan negaranya agar mempercepat mengurus segala perizinan. Untuk telepon yah pakai nomor Amerika Serikat, dan bagaimana kondisi sinyalnya ada gangguan atau tidak, saya tidak tahu. Sebab di Kota Tarakan untuk telekomunikasi hanya ada sinyal Telkom, Telkomsel, dan Indosat," ungkapnya.

Meskipun masih diberikan kebebasan untuk menelepon perusahaan dan negaranya, James tetap dalam pengawasan anggota TNI AU dan berkoordinasi dengan instasi terkait, seperti Imigrasi, Bea Cukai dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)

"Kita tetap melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap James," katanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved