Keluarga Muslim Dipaksa Keluar dari Pesawat Tujuan Paris Akibat Isu Bom

Satu keluarga muslim yang menumpang sebuah pesawat dari Baltimore, Amerika Serikat, ke Paris, Perancis, ke Chicago, diturunkan secara paksa.

Penulis: Yamani Ramlan | Editor: Yamani Ramlan
Dailymail
Beberapa penumpang muslim dikeluarkan paksa dari penerbangan ke Paris, Perancis. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pascatragedi di Paris, Jumat (13/11/2015) lalu, ketakutan hal serupa akan terjadi melanda dunia. Bahkan, Islamphobia di Amerika Serikat terasa lebih parah.

Satu keluarga muslim yang menumpang sebuah pesawat dari Baltimore, Amerika Serikat, ke Paris, Perancis, ke Chicago, diturunkan secara paksa pascaadanya laporan akan ada serangan bom terhadap pesawat menuju Paris.

Seperti dilaporkan Dailymail, Rabu (18/11/2015), otoritas penerbangan Amerika Serikat telah mengalihkan dua penerbangan Air France menuju Paris, setelah ancaman bom dilaporkan akan menimpa kedua pesawat tersebut, Selasa (17/11/2015) malam waktu setempat.

Tak tanggung-tanggung, kesiagaan tinggi yang diterapkan AS telah membuat skuad bom harus dipanggil ke bandara Chicago, dan keluarga muslim yang sedang menumpang dipesawat tersebut diusir dari pesawat.

Dikutip dari CNN, penerbangan Air France 55 dari Bandara Internasional Washington Dulles ke Bandara Charles de Gaulle di Paris, dialihkan ke bandara Halifax, Nova Scotia, sementara Flight 65 yang sedang menuju Paris dari Los Angeles, dialihkan ke Salt Lake City.

Kedua penerbangan mendarat dengan selamat.

Sebelumnya, pada Selasa pagi seorang perempuan muslim dan tiga orang lainnya telah dilarang ikut dalam penerbangan dari Chicago ke Maryland, setelah seorang penumpang mengaku curiga usai dia menonton berita.

Penumpang itu lalu melapor ke staf pesawat Spirit Airlines Flight 969, dan perempuan muslim itu diminta turun bersama anggota keluarganya.

Akibatnya, pesawat yang bersiap terbang harus kembali ke apron untuk menurun mereka. Usai menjalani pemeriksaan, keempatnya dinyatakan tidak bersalah beberapa jam kemudian.

“Salah satu dari tiga laki-laki duduk di samping seorang penumpang tersebut dan tampaknya ia sedang menonton sebuah laporan media. Saya tidak tahu apa itu, tetapi mengingat peristiwa saat ini, saya bisa membayangkan apa itu,” ujar Otoritas Transportasi Maryland Polisi, Jonathan Green, mengatakan kepada Chicago Tribune.

"Dia mengatakan kepada awak pesawat, yang kemungkinan besar seorang pramugari, dan mereka berbicara kepada kapten dan kapten membuat pilihan untuk kembali ke terminal,” lanjutnya.

"Kami tidak menemukan aktivitas kriminal atau pelanggaran apapun, dan keempatnya bebas untuk melakukan apa yang mereka senang pada saat itu," imbuh Green.

Insiden itu memicu kecaman dari Ibrahim Hooper, juru bicara Dewan Hubungan Amerika-Islam yang berbasis di Washington.

"Itu hanya menunjukkan itu apa yang kita diduga selama ini. Ini yang terbang sementara muslim, "katanya kepada Washington Post.

Pada Selasa sore, skuad bom dipanggil untuk menyelidiki satu bagasi di Bandara O'Hare di Terminal 3.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved