Pil 'Perangsang' Ini Bikin Tentara ISIS Jadi Pasukan Super dan Berani Mati
Amphetamin akan menghasilkan perasaan senang dan meningkatkan kewaspadaan, serta menurunkan rasa ingin makan dan tidur.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Keganasan pasukan ISIS sudah tak diragukan lagi. Mereka juga berani dan tak takut mati saat di medan perang. Ada yang menyebut keberanian itu karena mereka menggunakan obat tertentu.
Belakangan ini beredar kabar bahwa militan ISIS menggunakan obat ilegal yang disebut Captagon. Pil tersebut konon bisa membuat orang biasa menjadi "tentara super".
Captagon sebenarnya adalah kombinasi dua obat, yaitu theophylline dan amphetamin. Kombinasi tersebut bersifat tidak aktif di tubuh, tetapi saat tubuh memecahnya menjadi dua komponen, masing-masing komponen itu akan aktif.
Baca Juga: Heboh Muncul Akun Twitter ISIS Kalimantan Yang Menampilkan Foto-foto Simpatisannya di Loksado
Theophlylline mirip dengan kafein, tetapi memiliki efek membuat saluran napas terbuka, dan terkadang dipakai untuk mengatasi orang yang mengalami gangguan asma.
Sebaliknya dengan amphetamin, yaitu kandungan psikoaktif utama dalam Captagon. "Amphetamin akan membuat segalanya menjadi lebih cepat," kata Richard Rawson dari UCLA Integrated Substance Abuse Program.
Amphetamin akan menghasilkan perasaan senang dan meningkatkan kewaspadaan, serta menurunkan rasa ingin makan dan tidur.
"Captagon, yang memiliki nama generik fenethylline, sebenarnya tergolong ringan dalam dunia amphetamin dan obat yang mirip amphetamin," kata Rawson.
Carl Hart, profesor psikiatri dan psikologi, juga mengatakan bahwa Captagon lebih ringan daripada obat Adderall. Keduanya dipakai untuk mengatasi orang dengan gangguan perilaku.
Baca Juga: Pemilik Akun @isiskalimantan Ditangkap Polda Kalsel
Captagon sudah dipakai sejak tahun 1960 sampai 1970-an untuk mengatasi orang dengan gangguan konsentrasi.
"Memang tidak ada efek samping seperti stimulan lain, tetapi manfaatnya juga tidak banyak dan lama-kelamaan tidak dipakai," kata Rawson.
Obat tersebut selama beberapa waktu lebih populer di Timur Tengah. "Kecanduan obat itu telah menjadi masalah di Arab Saudi selama beberapa dekade," katanya.
Efek fisik
Seperti halnya saat kita mengonsumsi amphetamin, minum pil Captagon juga akan meningkatkan tekanan darah, detak jantung, dan kewaspadaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pasukan-isis_20151130_130931.jpg)