Jamaah Pun Sesegukan Mendengar Sakratul Maut Rasulullah yang Teramat Sakit
Ini bukti begitu besarnya cinta Rasulullah kepada umatnya sampai-sampai sakit sakratul maut umatnya ditanggung Beliau lebih dulu.
Penulis: Umi Sriwahyuni | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ini bukti begitu besarnya cinta Rasulullah kepada umatnya sampai-sampai sakit sakratul maut umatnya ditanggung Beliau lebih dulu.
“Aisyah mengatakan tidak pernah melihat Rasulullah menahan sakit yang sangat berat ketika menjelang sakratul maut,” ujar Ustad Riza Rahman Lc dalam tausiah tanya jawab seputar Alquran dan Sunnah Rasul jamaah Salat Magrib Masjid Al Jihad Banjarmasin.
Menurut ulama ini, Rasulullah sudah menghabarkan bahwa setiap sakratul maut sangat sakit, teramat sakit, dan itulah yang akan dihadapi setiap manusia menjemput kematiannya.
“Bahkan Rasulullah menyebutkan sakitnya melebihi dari disayat pedang 360 kali,” ujar ulama di Banjarmasin ini.
Namun, menurutnya, sebagian besar rasa sakit teramat itu sudah ditanggung Rasulullah sesuai permintaan Beliau kepada Allah sehingga Nabi Muhammad menerima saja sakratul maut yang teramat sakit itu.
“Tidak pernah ada umat Beliau yang akan merasakan sakratul maut sesakit apalagi melebihi sakit yang sudah ditanggung Rasul ini,” ujar Ustad Riza.
Mendengar penderitaan manusia mulia sebagai kekasih Allah harus menanggung sakit sakratul maut umatnya, banyak jamaah yang mengusap air matanya.
“Subhanallah, begitu cinta kasihnya Rasulullah pada kita sampai bekorban,” ujar seorang jamaah.
Kalau Rasulullah saja cintanya sangat besar kepada kita hingga berkorban menanggung sakitnya sakratul maut, lalu apa yang harus kita berikan sebagai balasan?
“Rasul hanya ingin kita mengikuti perintah Alquran dan Sunnah Rasul sebagai pembalasan cinta,” ujar Ustad Riza Rahman.