Dua Bocah Tewas Akibat DBD, Warga Astambul Dihantui Kekhawatiran
Serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) benar-benar menghantui warga di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalsel.
Penulis: Hari Widodo | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) benar-benar menghantui warga di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalsel.
Bahkan dua bocah Desa Kaliukan. meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti
Acil Inah warga Kaliukan mengaku khawatir makin merajalelanya serangan DBD di desanya.
Tercatat belasan orang di Kaliukan yang terserang DBD.
"Kami sangat khawatir Kalau ada yang panas anak-anak langsung saja ke rumah sakit untuk periksa,"kata Inah.
Kepala Desa Kaliukan Aspiani mengaku dia sempat terkena gejala serangan DBD.
Suhu badannya, sempat naik cukup tinggi. Tetapi, dia bersyukur tidak sampai dirawat di rumah sakit.
"Alhamdulillah, cepat diobati. Mungkin daya tahan tubuh saya masih bagus, sehingga tidak sampai harys dirawat di masuk rumah sakit,"katanya.
Serangan DBD di desanya, kata Aspian, telah menjangkiti sedikitnya 15 orang warganya.
Dua diantaranya, yakni Eri (6) dan Toni (6) meninggal dunia. Eri meninggal Desember lalu sedangkan Toni baru sepekan ini.
"Ada dua yang meninggal warga kami. Serangan DBD ini benar-benar tidak terduga. Sebenarnya, dua warga kami ini sempat dibawa ke puskesmas. Tetapi, tidak terdeteksi. Apalagi panas tubuhnya sempat turun sehingga dikira sembuh. Namun setelah panasnya naik lagi. Dibawa ke rumah sakit tetapi sudah terlambat," katanya.
Aspiani mengatakan, untuk menghindarkan korban jiwa akibat serangan DBD pihaknya menganjurkan, jika warga yang mengeluh panas langsung dibawa ke rumah sakit.
Dia khawatir, serangan DBD sampai merenggut korban jiwa lagi. Sebab, serangan DBD benar-benar cepat dan tidak bisa terdeteksi. Tidak ada tanda bintik-bintik merah, hanya panas tinggi saja.
Kepala Puskesmas Astambul, Warhamni menggatakan, terdapat 27 warga yang terserang DBD. Namun jumlah penderita berangsur turun. Warga tetap diminta waspada. Jika ada warga yang panas tinggi langsung saja dibawa ke puskesmas untuk dirujuk ke rumah sakit.
Mengantisipasi serangan berikutnya, pihaknya sudah melakukan foging di sejumlah desa termasuk di Kaliukan dua kali dilakukan penyemprotan.
Namun, menurutnya, penyemprotan tidak benar-benar membunuh nyamuk. Hanya nyamuk, dewasa yang mati sedangkan telurnya tidak.
Metode 3M
Paling efektif untuk memutus mata rantai serangan DBD ini, adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yakni dengan 3M Plus menguras, menutup dan mengubur.
"Kita sarankan penampiungan air seperti bak mandi, wc, drum dikuras,, menutup tempat penampungan air seperti gentoing air, tempayan dan mengubur barang yang bisa menampung air serta plus mengganti air pada vas bunga,” katanya.
Dia juga menyarankan membersihkan talang air. memelihara ikan pemakan jentik dan memasang kawat kasa serta mengindari kebiasaan menggantung pakaian di kamar dan tidur mengenakan kelambu.
Mengenai status KLB, Warhamni mengatakan, itu bukan kewenangan pihaknya walaupun ini sebenarnya sudah termasuk kategori KLB
"Kepala daerah yang sebenarnya punya kewenangan apakah ini masuk KLB ataukah tidak,"ujar Warhamni. (wid)