PLN Kalselteng Masih Alami Defisit Daya

Sampai saat ini PLN Wilayah Kalselteng belum dapat memberikan insentif listrik sebesar 30 persen bagi industri yang meningkatkan pemakaian

PLN Kalselteng Masih Alami Defisit Daya
net
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sampai saat ini PLN Wilayah Kalselteng belum dapat memberikan insentif listrik sebesar 30 persen bagi industri yang meningkatkan pemakaian pada malam hari, karena kondisinya belum memungkinkan.

Saat ini PLN sedang mengalami defisit 50-70 MW karena terjadinya kerusakan pada PLTU Asam-Asam, sehingga dilakukan pemadaman secara bergilir, jelas Districk Manager Revenue Assuransce PLN Wilayah Kalselteng, Bachruldin Arifin.

Untuk itulah pihaknya berharap kepada pelaku usaha agar bersabar untuk melakukan pengalihan daya untuk produksi pada malam hari, karena adanya keterbatasan daya listrik.

PLN berupaya melakukan penambahan daya dengan membangun PLTU di Pulang Pisau dan PLTG di Muara Teweh dengan kapasitas 155 MW. Selain itu juga menambah PLTD dengan kapasitas 50 MW yang akan dioperasikan secara bertahap dengan sistem interkoneksi sektor Barito. Saat ini sedang dalam tahap persiapan fasilitas pendukungnya seperti trafo, proteksi dan lainnya.

Disebutkan, sampai saat ini ada 13 perusahaan yang telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan insentif listrik sebesar 30 persen, yaitu 12 perusahaan karet anggota Gapkindo dan satu perusahaan gas.

Sebenarnya ada satu lagi perusahaan makanan Garuda Food di Bati-bati yang mengajukan juga, namun karena pemakaian listriknya flat sehingga tak dapat dialihkan produksinya yang dari pukul 18.00-22.00 Wita ke pukul 23.00-08.00 Wita.

Penulis: Sudarti
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved