Gempa Mentawai

Saking Takutnya Warga Nekat Jalan Kaki ke Arah Timur

Hingga malam jalur lalu lintas masih sangat padat, dan banyak warga berbondong-bondong mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Saking Takutnya Warga Nekat Jalan Kaki ke Arah Timur
citizen journalism
Macet di Jalan Simpang Haru Padang, Rabu (2/3/2016) malam, akibat warga mengungsi ke arah Indarung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PEKANBARU – Satu jam pascagempa berkekuatan 7,8 skala richter berpotensi tsunami kecil yang terjadi di Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat masih membuat masyarakat dikawasan pesisir panik dan melakukan evakuasi ke tempat tinggi.

Hingga pukul 21.30 WIB, masyarakat di kawasan pinggiran pantai Kota Padang masih terus melakukan evakuasi ke arah timur Kota Padang, seperti Gadut, Limau Manis, dan sejumlah tempat yang tinggi lainnya.

Salah seorang warga Padang, Ade Rezki menyampaikan, hingga saat ini jalur lalu lintas masih sangat padat, dan banyak warga berbondong-bondong mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

“Jalur-jalur evakuasi juga cukup padat, ada yang menggunakan sepeda motor, roda empat, dan ada juga yang berjalan kaki,” sebut Ade.

Ditambahkannya, kejadian gempa pada pukul 19.49 WIB tersebut sempat terasa oleh warga selama 30 detik lebih. Apalagi di sejumlah pemberitaan dan rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang awalnya menyebut gempa tersebut berpotensi tsunami, membuat masyarakat cukup panik.

“Sampai sekarang masih banyak jalanan yang macet. Klakson kendaraan terus berbunyi tanpa henti,” ujarnya.

Sebelumnya pihak BMKG sempat merilis gempa berkekuatan 8,3 skala richter dan berpotensi tsunami, pada pukul 19.49 WIB. Beberapa saat kemudian pihak BMKG meralat gempa berkekuatan 7,8 skala richter dan potensi tsunami kecil.

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved