Heli TNI Jatuh

Andai Wartawan Ikut, Pasti Tewas Bersama Danrem Tadulako di Poso

“Para penumpang yang ada di heli sebelumnya ke lokasi penyisiran teroris Santoso. Wartawan diajak ikut kembali ke kota Poso tapi tidak ada yang Mau"

Editor: Didik Triomarsidi
Kadispenad
Warga berdatangan di lokasi jatuhnya helikopter. Helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP meledak di wilayah Patiro Bajo, kelurahan Kasiguncu, Kabupaten Poso, Minggu (20/3/2016) sore. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALU - Helikopter TNI AD yang membawa Danrem 132 Tadulako Kol Inf Saiful Anwar dan rombongan perwira, jatuh sehabis menyisir markas teroris Santoso, di hutan Desa Siliwangsa, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, Minggu (20/3) sekitar pukul 17.45 Wita.

“Para penumpang yang ada di heli sebelumnya ke lokasi penyisiran teroris Santoso. Wartawan diajak untuk ikut kembali ke kota Poso tapi tidak ada yang ikut,” kata Yohanes, salah satu jurnalis lokal, Minggu.

Disebutkan dia, waktu tempuh sekitar empat jam perjalanan darat dari lokasi penyisiran Santoso ke tempat jatuhnya helikopter tersebut.

“Banyak petinggi TNI yang ikut di helikopter kayaknya. Dari lokasi ke tempat jatuhnya sekira 4 jam perjalanan darat,” pungkas Yohanes.

Helly Bell 412 EP Nomor HA-5171 terbang dalam kondisi cuaca gelap disertai hujan deras dan petir. Ketika berada di atas di Dusun Pattiro Bajo, Kelurahan Kasiguncu, Poso Pesisir, Kabupaten Poso, petir menyambar heli yang membawa 11 penumpang dan dua awak.

Sambaran petir membuat heli oleng tak terkendali dan langsung jatuh di atas perkebunan milik warga bernama Arsyad Patiro.

Kapendam VII/Wirabuana Kolonel Inf I Made Sutia membenarkan penyebab jatuhnya helikopter TNI AD itu dikarenakan cuaca buruk. Saat itu hujan disertai petir mengguyur wilayah Kabupaten Poso. “Penyebabnya cuaca buruk, ya hujan, petir,” katanya. (Baca berita lengkapnya di harian Banjarmasin Post hari ini)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved