NEWSVIDEO

Perusahaan Tambang PT Adaro Didemo Diduga Cemari Aliran Anak Sungai Lasung Balangan

Kondisi empat anak sungai yang mengalir di Desa Lasung Batu Kecamatan Paringin, Balangan Kalimantan Selatan dikeluhkan warga setempat

Penulis: Elhami | Editor: Ernawati
banjarmasinpost.co.id/elhami
Warga menunjukkan endapan sungai yang bercampur butiran batu bara. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kondisi empat anak sungai yang mengalir di Desa Lasung Batu Kecamatan Paringin, Balangan Kalimantan Selatan dikeluhkan warga setempat.

Warga menduga empat anak sungai tersebut tercemar karena aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh perusahaan PT Adaro Indonesia di desa setempat.

Untuk menyuarakan keluhan mereka, sekitar 30 warga dari dua desa yakni Desa Lasung Batu dan Desa Sungai Katapi melakukan aksi turun jalan, tepatnya didekat proyek pembuatan jembatan layang milik PT Adaro Indonesia, Senin (21/3/2016)

Dalam aksi tersebut warga membentangkan beberapa spanduk yang bertuliskan meminta agar PT Adaro menyelamatkan lingkungan dari limbah, kemudian meminta pihak perusahaan untuk bertanggungjawab.

Abas Basirin perwakilan warga yang menyampaikan aksi mengatakan, dampak dari aktivitas perusahaan sudah sangat terasa sejak dua tahun terakhir ini, yakni anak sungai yang menjadi ssumber mata air petani kena limbah lumpur, batu dan pasir.

"Tak hanya airnya tak bisa dimanfaatkan lagi, tapi juga sungainya mulai dangkal dan tertutup bebatuan dan pasir," katanya.

Menanggapi aksi warga tersebut, Hikmatul Amin selaku Government and Media Relations Department Head PT Adaro Indonesia mengatakan, kegiatan operasional PT Adaro Indonesia selalu mengikuti prosedur yang berlaku, termasuk dalam pengelolaan limbah.

"Berdasarkan pengecekan lapangan yang kami lakukan, tidak ada hubungan antara kegiatan operasional Adaro dengan banjir atau pencemaranyang terjadi di Desa Sungai Katapi maupun Lesung Batu," katanya. Dalam aksi tersebut warga membentangkan beberapa spanduk yang bertuliskan meminta agar PT Adaro menyelamatkan lingkungan dari limbah, kemudian meminta pihak perusahaan untuk bertanggungjawab.

Abas Basirin perwakilan warga yang menyampaikan aksi mengatakan, dampak dari aktivitas perusahaan sudah sangat terasa sejak dua tahun terakhir ini, yakni anak sungai yang menjadi ssumber mata air petani kena limbah lumpur, batu dan pasir.

"Tak hanya airnya tak bisa dimanfaatkan lagi, tapi juga sungainya mulai dangkal dan tertutup bebatuan dan pasir," katanya.

Menanggapi aksi warga tersebut, Hikmatul Amin selaku Government and Media Relations Department Head PT Adaro Indonesia mengatakan, kegiatan operasional PT Adaro Indonesia selalu mengikuti prosedur yang berlaku, termasuk dalam pengelolaan limbah.

"Berdasarkan pengecekan lapangan yang kami lakukan, tidak ada hubungan antara kegiatan operasional Adaro dengan banjir atau pencemaranyang terjadi di Desa Sungai Katapi maupun Lesung Batu," katanya. (Banjarmasin Post/Elhami)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved