Listrik Byarpet, Habib Aboe Minta PLN Tidak Mempersulit
Bagi masyarakat yang penting listrik menyala dengan stabil. Oleh karenanya, pihaknya meminta langkah kongkret dari PLN yang akan dieksekusi setelah
Penulis: Rendy Nicko | Editor: Mustain Khaitami
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Byarpet di Kalimantan bukan persoalan baru, namun selama ini masyarakat Banua tidak mendapatkan solusi kongkret atas persoalan tersebut.
Bagi anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi, sangatlah wajar bila masyarakat merasa lelah dan geram terhadap persoalan ini.
"Selama ini yang diterima adalah janji surga. Dari dulu disampaikan Kalsel akan bebas byar pet, kita akan surplus tenaga dengan dibangunnya pembangkit baru. Namun pada kenyataannya tetap saja masyarakat mendapatkan hadiah pemadaman bergilir," kata Habib Aboe.
Pemaparan yang disampaikan oleh PT PLN bukanlah hal baru, data yang diberikan juga sudah punya. Habib Aboe merasa perlu ada rencana aksi yang kongkret dari PLN, karena perusahaan milik negara ini sebagai eksekutornya.
Masyarakat tidak mau tahu persoalan teknis berupa angka suplai maupun perawatan mesin.
Bagi masyarakat yang penting listrik menyala dengan stabil. Oleh karenanya, pihaknya meminta langkah kongkret dari PLN yang akan dieksekusi setelah pertemuan ini.
"Kedua, kita minta laporan dan review atas action plant tersebut. Kita kasih waktu PLN satu bulan untuk mengambil langkah kongkrit, kemudian kita bertemu kembali untuk melakukan evaluasi, apakah memang PLN sudah melakukan tindakan sebagaimana mestinya," kata dia.
Mengenai polemik pembebasan lahan di daerah buntok yang masih terkendala ganti kerugian, Habib Aboe meminta PLN mengambil langkah hukum yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, seperti dengan mengajukan penetapan pembebasan lahan melalui pengadilan.
Dengan langkah ini, pengadaan tanah untuk tapak tiang listrik tidak lagi akan mengalami kendala.
"Selain itu, saya minta PLN tidak mempersulit pihak swasta yang akan mendirikan pembangkit, seperti misalnya pembuatan micro hydro, karena ini akan membantu PLN dalam memenuhi kebutuhan pasokan daya," ungkap dia.
Atas masukan dari Habib Aboe Bakar tersebut, pihak PLN akan segera mengambil langkah jangka pendek, yaitu dengan mengefektifkan PLTD yang akan datang dari Riau. Selain itu, akan juga dibeli daya dari pihak swasta yang memiliki kelebihan pasokan.
Untuk evaluasi, PLN menyanggupi dilaksanakan pertemuan kembali H-20 dari awal puasa. Hal ini untuk melihat kesiapan PLN menghadapi Ramadan dan lebaran.