Berita Kalsel

Harga Emas dan Listrik Pemicu Utama Inflasi Kalsel

Dari lima kabupaten/kota di Kalsel, inflasi tertinggi terjadi di Tanjung sebesar 5,18 persen dengan IHK 112,49

Penulis: Salmah | Editor: Ratino Taufik
Banjarmasin Post/Salmah
Harga emas memberikan andil terbesar inflasi yang terjadi di Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kenaikan harga sejumlah komoditas mendorong inflasi tahunan (year on year/y-on-y) di Provinsi Kalimantan Selatan mencapai 4,83 persen pada Maret 2026. 

Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 112,80, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari lima kabupaten/kota di Kalsel, inflasi tertinggi terjadi di Tanjung sebesar 5,18 persen dengan IHK 112,49, sementara inflasi terendah tercatat di Kotabaru sebesar 3,50 persen dengan IHK 111,45.

Kepala BPS Kalimantan Selatan, Mukhamad Mukhanif, menyampaikan, inflasi terjadi akibat kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat.

“Inflasi y-on-y ini dipicu oleh kenaikan harga di hampir seluruh kelompok, terutama perumahan, makanan, serta perawatan pribadi. Komoditas seperti emas perhiasan dan tarif listrik memberikan andil besar terhadap inflasi,” ujarnya.

Adapun kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami kenaikan sebesar 8,69 persen. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 4,68 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 3,55 persen.

Baca juga: Terekam CCTV, Pencuri Telepon Genggam di Tambalangan HSU Diringkus Polsek Amuntai Tengah

Secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi Kalsel pada Maret 2026 sebesar 0,50 persen. Sementara inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) mencapai 1,57 persen.

Kenaikan inflasi tahunan dipicu oleh naiknya harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. 

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat kenaikan cukup tinggi sebesar 8,69 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,68 persen serta kelompok kesehatan sebesar 3,55 persen.

Lonjakan paling signifikan terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 23,34 persen. 

Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh harga emas perhiasan yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi.

Sejumlah komoditas utama yang mendorong inflasi antara lain beras, daging ayam ras, ikan nila, telur ayam ras, tarif listrik, serta tarif rumah sakit. 

Selain itu, komoditas seperti minyak goreng, bawang merah, dan berbagai jenis ikan juga turut menyumbang kenaikan harga.

Dari pantau harga kebutuhan Sembako di Pasar Bauntung Banjarbaru, Kamis (16/4/2026), harga bawang merah Rp 40 ribu/kg, Minyak Goreng Kita Rp 19 ribu/liter tak terkecuali pula gula harga eceran kisaran Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram.

Aji, pedagang sembako, beralasan, beberapa kebutuhan sembako mengalami kenaikan langsung dari agen besar langganannya.

"Kami hanya mengikuti dan menyesuaikan harga saja, apalagi pedagang semakin tertekan dengan kenaikan plastik yang melambung tinggi," tandasnya. (banjarmasinpost.co.id/Salmah)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved