Sudah Pede Meminta Surga?

Jika Imam Syafi’i merasa mendapat bencana saat melihat betis gadis yang tak sengaja tersingkap. Kita malah merasa mendapat nikmat meski tak diungkap.

Sudah Pede Meminta Surga?
Arrazi Ibrahim
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setiap lantunan doa dan ibadah yang dilakukan, tujuannya tiada lain demi mendapatkan ridho Allah SWT untuk memasuki pintu surga.

Tapi, bukan sekadar doa dan ibadah yang dilakukan, untuk meraih surga juga tidak mudah jika sikap kita sehari-hari tak mencerminkan usaha untuk bisa memasuki pintu surga.

Dilansir akun facebook dakwah Islam, 'Sudah Pede Meminta Surga'? Jadi viral di dunia maya. Dibagikan 769 akun facebook. Ini isinya:

Jika Imam Syafi’i merasa mendapat bencana saat melihat betis gadis yang tak sengaja tersingkap.
Namun kita malah merasa mendapat nikmat meski tak diungkap.

Jika Umar bin Khatab menginfakkan kebun yang membuatnya ketinggalan salat ashar.
Kita malah biasa saja berulang kali tertinggal meski azdan terdengar.

Jika Urwah bin Zubair tak terganggu salatnya saat pisau bedah mengamputasi kaki.
Kita bahkan terganggu hanya karena nyamuk yang menggigit ibu jari.

Jika Nabi Ibrahim as. sangat menyesal karena pernah berbohong meski seumur hidup hanya tiga kali.
Kita malah santai saja meski jumlah dusta sudah tak terhitung lagi.

Jika ‘Aisyah menyesali mengatakan “Shafiyah Si Pendek” yang bisa mengubah warna lautan.
Lalu bagaimana dengan gunjingan dari mulut kita ?. Mungkin bisa membuat seluruh samudra menjadi busuk dan pekat kehitaman.

Jika Umar bin Abdul Azis bergetar menahan istrinya berbicara di ruangan yang diterangi pelita minyak yang dibiayai negara.
Kita malah keasyikkan menggunakan fasiltas perusahaan seakan milik diri sendiri saja.

Jika serpihan pagar kayu rumah orang yang dijadikan tusuk gigi bisa membuat “Sang Kyai” tertahan untuk masuk surga.
Kita malah woles saja menikmati mangga hasil jarahan kebun tetangga.

Sudah begitu … pede pula meminta surga.
Astaghfirullah!
Memang hari ini dunialah yang nyata dan akhirat hanya cerita.*
Namun sesudah mati, akhiratlah yang nyata dan dunia tinggal cerita.
Ya, Allah Mohon Ampunilah hamba, Amin..

Penulis: Restudia
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved