NEWSVIDEO

Pilunya, Bumi Terpisah dari Induknya Ditemukan Sendirian di Kebun Karet

Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) menerima seekor individu bayi orangutan yang disita dari warga.

Penulis: Fathurahman | Editor: Ernawati

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) menerima seekor individu bayi orangutan yang disita dari warga.

Bayi Orangutan itu berasal dari Desa Tumbang Koling, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Bayi orangutan tersebut, ditemukan di kebun karet warga di sekitar desa tersebut, sehingga orangutan itu sempat dipelihara warga selama satu minggu di rumah warga.

Semula bayi orangutan tersebut oleh Komandan Pos BKSDA Sampit diarahkan untuk diantar ke salah satu Pusat rehabilitasi yang ada di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.

Namun pertimbangan jarak tempuh yang jauh ke Pangkalanbun dan kondisi kesehatan akhirnya bayi orangutan tersebut, kemudian di bawa ke BOSF Nyaru Menteng Palangkaraya untuk dilakukan rehab.

"Ada 3 orang staf Centre for Orangutan Prote‎ck (COP) yang sedang berkegiatan di wilayah tersebut lah yang menghubungi kami dan mengantarkan bayi orangutan itu dari Sampit ke Nyaru Menteng, dengan menempuh 4 jam perjalanan darat." ujar Agung, Humas Yayasan BOSF, Selasa (21/6/2016).

Ini, karena, atas pertimbangan kondisi kesehatan bintang tersebut, BOSF Palangkaraya, kemudianmenerima bayi orangutan itu untuk segera dirawat di Nyaru Menteng yang kemudian diterima oleh drh. Agus Fahroni. yang malam itu tugas jaga di klinik.

"Saat ini, bayi orangutan itu, masih dalam perawatan kami. Sudah sangat banyak bayi orangutan seperti ini. Mereka rata-rata korban perambahan hutan yang rusak akibat dirubah jadi perkebunan sawit dan korban kebakaran hutan." katanya.

Bayi orangutan tersebut, ditempatkan, di dalam keranjang plastik kecil tempatnya dibawa dari Sampit ke Palangkaraya, bayi orangutan tampak lemah dan menggigil kedinginan.

Drh Agus langsung melakukan pemeriksaan awal kesehatan bayi orangutan itu dan memberinya selimut agar lebih hangat. Drh. Agus juga memberinya susu cair hangat sambal memeluk bayi orangutan itu.

Bayi orangutan itu berjenis kelamin Jantan, usia sekitar 2 bulan, saat diterima, kondisinya lemah, sehingga langsung dulakukan rehab untuk memulihkan kondisinya.‎"Kami berikan nama untuknya Bumi." kata Agung.

Menurut Agung, bayi umur dua bulan, selayaknya masih dalam gendongan ibunya, tetapi diduga akibat hutan tempat tinggal mereka sudah dalam keadaan hancur akibat berubah jadi perkebunan sawit. "Ditambah seringnya terjadi kebakaran hutanlah yang memisahkannya dengan ibunya. Kami curiga ibunya mati terbunuh," katanya. (Banjarmasin Post / Faturahman)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved