Sama-sama Bikin Mesin Pencari, Google Lebih Sukses dari Yahoo, Ini Penyebabnya

Yahoo dan Google sama-sama perusahaan raksasa dalam kategori mesin pencari internet. Tapi ada sejumlah faktor yang membuat nasib kedua perusahaan

Tayang:
Editor: Eka Dinayanti
HUFFINGTON POST
Marissa Mayer, CEO Yahoo, sosok paling berpengaruh versi majalah Time. 

Sejak awal pendiriannya, Google tetap fokus mengembangkan teknologi mesin pencari. Kualitas mesin itu pula yang menarik minat banyak pengguna. Mereka yang memakainya memasukkan berbagai kata kunci dan pertanyaan ke mesin tersebut.

Selanjutnya, Google menyelipkan iklan di hasil pencarian orang-orang. Perusahaan pun memperbesar keuntungan dengan cara melelang ruang yang bisa menampilkan iklan relevan dengan konteks pengguna.

Bisnis iklan ini, hingga sekarang, menjadi sebuah cerita sukses paling fenomenal sepanjang sejarah perdagangan modern.

Alphabet, induk usaha Google saat ini, mereguk keuntungan sebesar 75 miliar dollar AS atau sekitar Rp 987,3 triliun pada 2015 lalu. Sekitar 90 persen dari keuntungan itu diperoleh dari bisnis iklan mereka.

Yahoo yang melihat kesuksesan itu berusaha mengganti strategi. Mereka membeli perusahaan mesin pencari dan teknologi periklanan hingga memutus kerja sama dengan Google pada 2004.

Sayangnya, pionir mesin pencari itu gagal. Selanjutnya, perusahaan berusaha meraih keuntungan dengan cara lama, strategi konten dan media.

CEO Yahoo saat ini, Marissa Mayer, juga telah melakukan berbagai cara untuk membuat perusahaan tetap mereguk untung. Di antaranya dengan membayar hak siaran NFL senilai 20 juta dollar atau setara Rp 263,3 miliar, namun tetap saja gagal.

Sementara itu, Google yang fokus pada teknologi telah berhasil mengembangkan berbagai produk yang dipakai miliaran orang, antara lain Gmail, Maps, dan berkembang ke bisnis OS mobile Android. Semua produk itu merupakan saluran yang terhubung ke bisnis iklan mereka.

Sekarang, Yahoo sudah dijual senilai 4,83 miliar AS atau setara Rp 63 triliun kepada Verizon. Mesin pencari itu akan memulai babak baru sebagai pelengkap strategi perusahaan induknya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved