Pengacara Dokter California Gugat UU "Opsi Bunuh Diri" Didampingi Dokter

Gugatan yang terjadi untuk kali pertama itu dilakukan pada Jumat (26/8/2016), dan alhasil hakim perlu menguji kembali aturan tersebut, seperti dilapor

Tayang:
Editor: Didik Triomarsidi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Draf UU itu ditentang keras sejumlah kelompok agama, termasuk Gereja Katolik Roma, dan pembela penyandang difabel dan jompo.

Kelompok itu berdalih, perawat jahat atau kerabat dapat menekan pasien lemah untuk memilih bunuh diri, terlebih jika perusahaan asuransi menolak atau menunda pembayaran biaya perawatan.

Pendukung UU mengatakan, belum ada kasus paksaan yang tercatat di Oregon sejak para pemilih menyetujui ketentuan itu pada 1994.

Ottolia akan memutuskan gugatan terhadap penerapan UU itu dalam persidangan, Jumat.

Para penggugat mesti meyakinkan hakim bahwa pendapat mereka terkait dampak UU itu mungkin terjadi.

Argumen mendasarnya, hukum dinilai "gagal membuat perbedaan rasional" antara orang dewasa sakit parah dan "mayoritas rakyat California yang tak dilindungi aturan tersebut".

Alhasil, UU itu merupakan pelanggaran atas jaminan kesetaraan perlindungan bagi seluruh rakyat.

Namun, pengacara Compassion & Choices, Kevin Diaz, mengatakan, hukum itu berlaku bagi "seluruh rakyat California yang sakit parah, jadi tak ada asas dilanggar".

Ratusan pasien tiap tahun terpaksa menderita dan mengalami kematian yang lama jika penerapan UU itu ditunda, demikian diungkapkannya dalam menanggapi gugatan atas ketentuan tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved