NEWSVIDEO
Dukun yang Juga 'Raja Probolinggo' Ini Dulu Begitu Dihormati, Sekarang Jadi Pembantai 2 Santri
Sebagaimana terlihat dalam video 'penobatan' dirinya sebagai raja, ribuan orang datang, termasuk para pejabat. Acara penobatan itu digelar di kediaman
BANJARMASINPOST.CO.ID, SURABAYA - Dimas Kanjeng Taat Pribadi, dukun pengganda uang yang menobatkan diri sebagai 'Raja Probolinggo', dulu begitu dihormati siapapun, bahkan para pejabat sipil maupun militer.
Sebagaimana terlihat dalam video 'penobatan' dirinya sebagai raja, ribuan orang datang, termasuk para pejabat. Acara penobatan itu digelar di kediamannya, Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.
Kini, terungkap fakta bahwa Dimas Kanjeng merupakan tersangka dalan pembantaian terhadap dua anak buahnya: Abdul Gani dan Ismail.
Abdul Gani yang dibunuh oleh 'sultan' bentukan tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi, ternyata saksi kunci seorang profesor yang lapor ke Mabes Polri atas dugaan penipuan penggandaan uang.
Abdul Gani yang juga juragan batu mulia itu adalah pengepul uang yang akan digandakan ke tersangka.
Ada dugaan, penyerahan uang milik dari si profesor melalui Abdul Gani korban. Itu sebabnya, penyidik Bareskrim Mabes Polri juga memanggil Abdul Gani sebagai saksi.
Namun sehari sebelum berangkat ke Mabes Polri untuk memenuhi panggilan atas laporan itu, Abdul Gani asal Probolinggo dipanggil Dimas Kanjeng melalui kaki tangannya untuk datang ke padepokan tersangka.
Lokasinya di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.
Begitu korban datang langsung disambut dan dibawa ke padepokan.
Ia mau datang karena dijanjikan uang Rp 20 miliar. Setelah sampai di padepokan, korban langsung dibantai oleh beberapa sultan yang dikomando tersangka Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
Korban Abdul Gani juga dikeroyok dan lehernya dijerat dengan tali. Ia tewas di area padepokan.
Mayat korban lantas dinaikkan mobil dan dibawa ke Wonogiri, Jateng pada malam hari untuk dibuang.
Korban dibuang di bawah jembatan daerah Wonogiri dan nyaris tak terlihat oleh warga.
Setelah pihak kepolisian setempat mendapat laporan ada penemuan mayat, Polda Jateng ikut turun tangan.
Setelah diidentifikasi, mayat dengan kondisi leher dijerat dan luka di beberapa bagian tubuh, sama dengan yang ditemukan di Situbondo, Jatim.