Ini Kata Dimas Kanjeng Saat Diminta Polisi Gandakan Uang 5.000 Jadi 1 Miliar

Isu yang beredar di Probolinggo, Dimas Kanjeng Taat Pribadi, sekarang berada di Makkah dan yang ditangkap adalah jelmaannya.

Editor: Elpianur Achmad
Surya/Ahmad Zaimul Haq
MENJALANI PEMERIKSAAN - Dimas Kanjeng Taat Pribadi berjalan menuju ruang pemeriksaan di Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Surabaya, Rabu (28/9/2016). SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kabar Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang diyakini pengikutnya memiliki kesaktian membuat tak hanya masyarakat luas namun juga pihak kepolisian tertarik untuk mencari tahu.

Isu yang beredar di Probolinggo, Dimas Kanjeng Taat Pribadi, sekarang berada di Makkah dan yang ditangkap adalah jelmaannya.

Mendengar ada isu itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol RP Argo Yuwono, rupanya penasaran juga.

Dia lantas mendatangi sel tahanan Polda Jatim dan mengecek keberadaan tersangka Taat Pribadi.

"Apa benar Anda berada di Makkah?," tanya Kombes Argo saat itu.

Tersangka Taat Pribadi yang menghuni sel khusus di tahanan Polda Jatim langsung menjawab.

"Siapa yang bilang begitu. Saya ada di sini (dalam tahanan)," ungkap tersangka, sebagaimana ditirukan Kombes Argo, 27 September 2016.

Tak hanya itu saja, Dukun yan menobatkan diri sebagai Raja Probolingo, Dimas Kanjeng Taat Pribadi, mengaku tidak bisa menggandakan uang seperti apa yang diperlihatkan dalam tayangan YouTube?

Itu terungkap saat seorang petugas mendatangi tersangka Taat Pribadi ke sebuah ruangan.

"Taat, ini uangku Rp 5.000, gandakan jadi Rp 1 miliar," goda penyidik sembari menyodorkan uang pecahan Rp 5.000.

Tersangka Taat yang saat itu tengah duduk hanya melempar senyum.

"Siapa yang bilang begitu. Saya tidak ngomong begitu," ujar Taat yang ditirukan seorang petugas. Lho, Anda katanya bisa menggandakan uang?" tanya petugas lagi.

"Yang ngomong kan bukan saya," elaknya lagi.

Sekadar diketahui, korban penggandaan uang dari berbagai wilayah di Indonesia bertahan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Mereka bertahan karena ada keyakinan yang ditangkap penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim bukan Taat Pribadi, tapi jelmaannya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved