Mengapa Penampilan Badut Sering Menyeramkan? Ternyata Ini Alasannya

Badut-badut tersebar di seluruh Amerika, bersembunyi di balik pohon dan tiba-tiba mengejutkan masyarakat umum.

Editor: Ernawati
via national geographic
Badut 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Badut-badut tersebar di seluruh Amerika, bersembunyi di balik pohon dan tiba-tiba mengejutkan masyarakat umum.

Selama beberapa bulan terakhir, ‘penampakan badut’ menjadi suatu hal menyeramkan. Sama halnya seperti imajinasi populer penampakan UFO atau Slender Man.

Kemunculan badut tampaknya menjadi hal viral di berbagai negara seperti Inggris, Australia, Kanada, dan Skotlandia.

Entah apa maksud dari penampakan badut-badut ini, entah hanya kerjaan remaja iseng, taktik pemasaran film, isapan jempol dari imajinasi, atau benar-benar muncul untuk melakukan kejahatan (mungkin benar dalam beberapa kasus).

Badut secara universal dijelaskan dengan satu kata: menyeramkan!

Lalu, mengapa badut begitu menyeramkan? Mengapa mereka tiba-tiba bermunculan di beberapa tempat?

Para ilmuwan pun menjadikan fenomena ini sebagai beberapa pertanyaan penelitian.

Penampakan badut telah berubah menjadi studi kasus yang sempurna pada sifat menakutkan dan apa yang membuat ide penampakan badut menjadi viral.

"Pada banyak hal, badut menggabungkan hal-hal aneh secara sempurna," kata Frank McAndrew, seorang psikolog sosial yang menerbitkan studi besar terkait kengerian terhadap badut.

Bukan saja ulahnya yang iseng dan nampak aneh, kita juga tidak mengetahui siapa dan seperti apa mereka (badut) di belakang makeup.

Inilah yang menyebabkan beberapa orang berspekulasi bahwa badut tampak menyeramkan, karena mereka tidak terlihat seperti manusia, melainkan sering dianggap seperti robot.

Ini seperti perasaan kita yang menyukai dan merasa empati dengan robot yang terlihat agak mirip manusia, tetapi justru jijik dengan robot yang terlihat terlalu manusia.

Badut tampak menyeramkan karena mereka tidak terlihat seperti manusia, melainkan sering dianggap seperti robot.

Ini seperti perasaan kita yang menyukai dan merasa empati dengan robot yang terlihat agak mirip manusia, tetapi justru jijik dengan robot yang terlihat terlalu manusia.

Jadi, badut tampak menakutkan karena mengaburkan garis kemiripan mereka dengani manusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved