Berita Tanahlaut

NEWS VIDEO: Gara-gara Ini, Ikram Habisi Mantan Pacarnya

Iwan membenarkan hubungan korban adalah mantan pacar pelaku dan rekan satu kerjaan di pabrik pengolah air kemasan, di Desa Bentokdarat.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Mustain Khaitami

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Ikram Igoran (21) diterapkan sebagai tersangka tunggal pembunuh Hastuti (23) warga Desa Jalan Lentera RT 1 Desa Sambangan, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, Rabu (9/11/2016).

Itu dikatakan Wakapolres Tanahlaut, Kompol Iwan Hidayat saat memperlihatkan tersangka dan barang bukti seperti pakaian korban, kayu dan bungkusan obat Zenith.

Menurut Iwan, motif pelaku menghabisi nyawa korban karena merasa sakit hati dimaki-maki korban. Korban memaki karena pelaku tak membayar hutang saat ditagih korban sebesar Rp 100 ribu.

Iwan membenarkan hubungan korban adalah mantan pacar pelaku dan rekan satu kerjaan di pabrik pengolah air kemasan, di Desa Bentokdarat.

Menurut Iwan, pengungkapan kasus pembunuhan itu berkat laporan orangtua korban yang tak mendapati putrinya pulang selama dua hari.

"Laporan orangtua korban ke Bhabinkamtibmas di Polsek Batibati yang ditindaklanjuti oleh Satreskrim gabungan denhan Polsek Batibati, pelaku berhasil ditangkap. Pelaku dipengaruhi pil zenit," kata Iwan didampingi Kabagops AKP Wahyu Hidayat dan Kasatreskrim AKP Ade Papa Rihi.

Iwan menegaskan pelaku ini terancam penjara seumur hidup karena termasuk perbuatan berencana, makanya di subkan pasal 338 KUHP sub pasal 340 KUHP.

Sakit Hati Dimaki

Ikram Igoran (21) warga Desa Bentokdarat, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, mengaku menyesal membunuh mantan kekasihnya, Hastuti alias Tuti (23).

Ia nekad menghabisi nyawa perempuan teman satu kerjaan itu karena sakit hati dimaki korban di tengah orang banyak.

Padahal, saat itu pelaku bersama korban sedang bersantap makan bakso di pertigaan Pasar Desa Nusaindah, Kamis (3/11/2016) sekitar pukul 18.00 Wita.

"Saya sakit hati dimaki. Malam itu saya makan dua butir pil zenit. Usai makan bakso itulah saya jerat lehernya dengan jilbab," ujarnya saat ditanyai Kasatreskrim AKP Ade Papa Rihi.

Ade mengimbau agar para remaja jangan mudah mengeluarkan perkataan atau memaki teman agar tak menimbulkan rasa sakit hati dan dendam.

"Usai makan bakso bersama itu korban dan pelaku cekcok. Itu keterangan saksi sebelum akhirnya, jasad korban ditemukan di semak," kata Ade Papa Rihi.

Penyidik Satreskrim Polres Tanahlaut mendengar keterangan pelaku dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, seperti jilbab, pakaian, bungkusan dan sebilah balok kayu.

Jilbab yang dikenakan korban, diakui digunakan pelaku untuk menjerat leher korban dan kayu digunakan untuk memukul kepala korban hingga tewas. (Banjarmasin Post/Mukhtar Wahid/Ratino Taufik)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved