Duh, Masda Tertimpa Runtuhan Atap Saat Rumahnya Diterjang Puting Beliung

Tak hanya rumah, puting beliung juga merusak satu bilik kelas PAUD Sepakat. Yang tersisa dari bilik kelas itu hanya lantainya.

Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Rumah Wasda, warga Desa Sungai Rangas Martapura, ambruk saat diterjang puting beliung. Runtuhan atap juga menimpa kepala Masda, Minggu (13/11/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Hujan disertai angin kencang dan guntur menggelegar membuat Hj Fathuljannah alias Jannah (37) benar-benar gelisah. Sementara ketiga putranya, H Alirahman (11), Zainal Abidin (9) dan Ana Safira (2) ketakutan.

Dalam gelisahannya, Jannah mulai merasakan rumahnya bergoyang-goyang. Bersamaan itu, ketiga buah hatinya mendekap Jannah sambil ketakutan. Firasat buruk pun mulai dirasakan Jannah.

Di tengah hujan lebat, Jannah memutuskan membawa ketiga anaknya keluar rumah dan berjalan menyusuri jalan menuju ke Kantor Polsek. Baru 50 meter meninggalkan rumah, angin kencang merobohkan rumah Jannah.

"Anginnya kencang sekali, diserta hujan lebat. Pandangan saya sangat terganggu. Saya saya pun lari ke Polsek dan menyaksikan rumah kami roboh," ujar Jannah.

Pascakejadian, Jannah bersama anak mengumpulkan barang-barang miliknya yang masih bisa dipakai. Kemudian menutupi pakai terpal.

"Tidak ada yang sempat diselamatkan. Saat itu, saya berpikir hanya menyelamatkan nyawa anak-anak saya," ujar Jannah.

Jannah adalah satu dari 35 korban amukan puting beliung yang terjadi di Desa Sungai Rangas, Kecamatan Martapura Barat, Minggu (13/11) pukul 15.00 Wita. Data sementara, dua rumah warga rata dengan tanah, 15 rumah rusak parah, dan sisanya rusak ringan.

Sobari (42) juga mengalami nasib serupa dengan Jannah. Yang tersisa hanya lantai rumahnya saja. Dinding rumahnya runtuh, atap rumahnya terbang dibawa puting beliung.

“Saya tak tahu, kemana puting beliung membawa atap rumah saya. Mungkin dibawa keseberang Sungai Martapura," ujar Sobari.

Sobari menceritakan, saat kejadian dia bersama istrinya, Faridah (36), dan putri mereka, Mukadimah (17), di rumah. “Kami baru selesai makan,” ujarnya.

Tiba-tiba, kata Sobari, hujan deras disertai angin kencang menghamtan rumahnya. “Saya mulai merasakan tanda-tanda rumahnya bakal roboh, karena pintu rumahnya sudah terlepas,” ujarnya.

Sobari pun bergegas mengajak istri dan anaknya keluar rumah. “Dari jalan Martapura Lama, kami menyaksikan rumah kami ambruk. Saat itu, saya hanya bisa bertakbir dan minta ampun kepada Allah," ujarnya.

Amukan puting beliung ini juga melukai warga Sungai Rangas bernama Masda (40). Dia terluka akibat tertimpa atap rumah.

Masda menceritakan, saat hujan turun dia bersama putrinya, Latifah (25), bernaung di rumah warga. “Kami habis dari Martapura, dan kehujanan di jalan,” ujarnya.

Tak lama setelah hujan turun, kata Masda, tiba-tiba angin kencang menerjang rumah tempatnya bernaung. Dalam hitungan menit rumah itu roboh dan atapnya menimpa tubuhnya. “Kepala saya terluka dan punggung memar," ujarnya sambil meringis kesakitan.

Sumber: Metro Banjar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved