Budaya

Gongshou, Salam Khas Tionghoa Inilah Makna dan Tata Caranya

Gongshou, juga disebut ‘gong’, atau ‘zuoyi’. Merupakan tata krama dalam interaksi ketika saling bertemu di kalangan etnis Tiongkok dan perantauannya

Tayang:
Penulis: Ernawati | Editor: Ernawati
via tionghoa.info
Gongshou kaum terpelajar dan satrawan zaman dulu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Gongshou, juga disebut ‘gong’, atau ‘zuoyi’. Merupakan tata krama dalam interaksi ketika saling bertemu di kalangan etnis Tiongkok dan perantauannya.

Saat bertemu, kedua tangan saling memeluk dan diangkat di depan badan, memberi hormat kepada lawan bicara.

Sejak jaman dulu tradisi ini sudah ada. Cara ini kemungkinan timbul karena meniru tangan budak yang terbelenggu, yang berarti kita bersedia menjadi budak si lawan bicara, bersedia diperintah.

Meski saat ini jabat tangan ala budaya Barat telah populer di Tiongkok, namun tradisi gongshou ini masih dilakukan.

Biasanya dilakukan seperti saat hari Imlek (saling memberikan ucapan Gongxi diikuti gerakan tangan gongshou), memberi ucapan selamat kepada pengantin baru, ucapan selamat ulang tahun kepada seseorang, ucapan selamat atas buka usaha baru, saat memulai perlombaan wushu, kesenian barongsai dan sebagainya.

Cara memberikan salam ala gongshou sendiri di masyarakat saat ini umumnya kedua tangan ditangkupkan.


Cara memberikan salam ala gongshou, wanita untuk gambar kiri; sementara pria untuk gambar kanan.
Cara memberikan salam ala gongshou ini umumnya di masyarakat. (tionghoa.info)

Namun ada beberapa pengecualian, seperti :

1. Pada olahraga Wushu, semua atlet akan melakukan gongshou seperti tampak seperti foto Jetli; dimana tangan kiri membuka lurus, sementara tangan kanan menutup/melipat.

2. Pada zaman dahulu, cara memberikan gongshou oleh (1) bangsawan atau pejabat tinggi, dan (2) kaum terpelajar/sastrawan, umumnya seperti gambar ilustrasi dibawah ini:

Beberapa orang menyebutkan bahwa sebenarnya gongshou memiliki kelebihan daripada jabat tangan, di antaranya:

- Pertama, lebih higienis. Karena tangan kita tidak bersentuhan dengan tangan lawan bicara, maka gongshou lebih higienis daripada jabat tangan.

- Kedua, lebih praktis. Memberi hormat kepada ratusan atau bahkan ribuan orang, cukup dengan melakukan gongshou satu kali. Apabila kita berjabat tangan, harus menjabat tangan orang satu per satu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved