Breaking News

NEWSVIDEO

Mengerikan, Pria Ini Dipaksa Masuk Peti Mati, Diancam Dibakar dan Dimasukkan Ular

Video mengerikan menyebar viral di media sosial. Seorang pria dipaksa masuk ke peti mati. Dalam video tersebut, sebagian tubuh pria ini sudah masuk

Tayang:
Penulis: Restudia | Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - Video mengerikan menyebar viral di media sosial. Seorang pria dipaksa masuk ke peti mati.

Dalam video tersebut, sebagian tubuh pria ini sudah masuk ke peti mati, hanya bagian kepala yang terlihat.

Seorang pria yang berada di luar ini terus memaksanya untuk memasukkan kepalanya ke peti mati.

Bahkan ia sempat menutup paksa kepala pria tersebut untuk bisa masuk ke peti mati.

Dilansir unilad.com, video tersebut berasal dari Afrika Selatan.

Dilaporkan The Independent, pria tersebut bernama Victor Rethabile Mlotshwa, berusia 27 tahun.

Ia dipaksa oleh Willem Oosthuizen dan Theo Martin yang merupakan petani di Afrika Selatan.

Video kekerasan yang telah menyebar viral ini menjadi bukti pihak kepolisian untuk menahan keduanya.

Atas tuduhan penculikan dan penyerangan pada Mlotshwa pada November lalu.

Keduanya sudah ditahan pihak kepolisian, persidangan akan dimulai pada Januari nanti.

Video penyerangan ini diduga dilakukan keduanya. Meski Mlotshwa menangis meminta pengampunan, keduanya tak menghiraukannya.

Menurut News24, keduanya mengatakan, "Lihatlah, kami ingin menyalakan bensin dan menaruh ular dalam peti matinya."

Dalam wawancara di stasiun televisi ENCA, Mlotshwa menjelaskan ia menuju kota Middelburg menggunakan jalan pintas.

Hingga kedua petani ini melihatnya dan menuduhnya masuk ke wilayahnya tanpa izin.

"Mereka menuduh saya masuk tanpa izin. Kemudian mereka memukuli saya, saya coba melarikan diri. Lalu mereka mengikat saya dengan kabel dan membawa saya ke peternakan terdekat. Kemudian memukuli saya dan memaksa saya masuk ke peti mati."

Insiden ini telah menyulut perdebatan di publik tentang serangan bermotif rasial di Afrika Selatan.

Warisan apartheid terus menyebabkan perpecahan antara orang kulit putih dan hitam.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved