Berita Tanahlaut

Ini Video Puluhan Rumah di Batibati Dihantam Puting Beliung

Kemudian, sebagian warga lainnya memasang atap baru seperti seng dan terpal di rumahnya. Itu akibat dampak angin kencang yang menimpa lingkungan

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Warga RT 4 Desa Padang, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut Kalsel, masing-masing sibuk membersihkan rumahnya. Ada yang membersihkan lantai rumah karena atap rumahnya lenyap.

Kemudian, sebagian warga lainnya memasang atap baru seperti seng dan terpal di rumahnya. Itu akibat dampak angin kencang yang menimpa lingkungan tersebut.

Rumah yang terkandung dampak, rata-rata rumah berbahan kayu. Rumah yang dihuni Asmiah (40), satu dari 10 rumah yang rusak di bagian korbel dan dinding dapur roboh.

Ibu satu anak ini mengaku tak enak tidur satu malam. Itu setelah dinding dapur rumahnya roboh diterjang angin kencang, Senin (19/12/2016) malam.

Bahkan, Asmiah mengaku gemetaran saat angin menyerang rumahnya. Ia pun memilih keluar rumahnya dan berteriak meminta tolong kepada tetangganya.

"Suaranya seperti batu gunung yang diturunkan dari atas dumptruk. Bergemuruh saat itu juga aku kaget bukan kepalang. Aku berteriak minta tolong karena seorang diri malam itu. Dinding dapur rumah roboh siapa yang tidak takut," katanya, Selasa (20/12/2016).

Kini, Asmiah mengaku sudah menerima bantuan dari pemerintah berupa makanan, selimut dan terpal. Bantuan itu masih disimpan belum dipergunakan.

"Saya masih bisa tidur malam ini di kamar sebelah. Untungnya saya malam itu tidak berada di dapur. Angin kencang itu sekitar pukul 10 malam," ujarnya mengaku bekerja megambil upah membungkus gula pasir kiloan.

Di lingkungan tetangga Asmiah, ternyata ada 10 rumah yang terdampak angin kencang. Kerusakan yanv banyak hanya atap rumah terbang.

Kepala Desa Padang, H Norhibban, mengaku ada dua RT yang terkena musibah angin kencang yang diduga angin puting, yaitu RT 4 dan RT 6.

"Di RT 6 hanya tiga rumah yang rusak atapnya. Total dari dua RT itu ada 13 rumah. Bantuan sudah kami terima, cuma warga berkeinginan bantuan material bangunan," katanya.

Sementara itu, di RT 1 Desa Batibati, Kecamatan Batibati, angin kencang merusak sembilan rumah warga. Empat rumah mengalami kerusakan parah dan selebihnya rusak sedang.

Kepala Desa Batibati, H Musmulyadi menjelaskan kerusakan parah itu karena atap dan korbel rumah warganya dari asbes terbongkar dibawa angin puting.

"Kerugian ditaksir puluhan juta. Sudah ada rencana bantuan dari BPBD Pemerintah Kabupaten Tanahlaut," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved