Berita Nasional

Polisi Diminta Segera Tangkap Bahrun Naim, "Tak Bisa dengan Perang Cyber"

Bahrun disebut mendalangi beberapa aksi terorisme yang dilakukan sejumlah kelompok radikal di Indonesia.

Polisi Diminta Segera Tangkap Bahrun Naim,
Google via www.smh.com.au
Bahrun Naim, anggota ISIS yang diduga berada di balik serangan teror dan bom di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Kamis (14/1/2016). 

Ia direkrut oleh Ovi, salah satu terpidana kasus pengeboman di Kedutaan Besar Myanmar tahun 2013.

Harits mengatakan, Obi merupakan anggota jaringan pimpinan Aman Abdurrahman yang kini diisolasi di Nusakambangan.

"Yang di Tangerang ini grup orang Tasik yang dipimpin Aman Abdurrahman," kata Harits.

Kepolisian diminta mengelaborasi lebih jauh peta jaringan teroris di Indonesia.

Bisa jadi suatu sel teroris merupakan asuhan orang lain, namun disebut berkaitan dengan Bahrun Naim.

"Mungkin ada jaringan di luar Bahrun Naim juga yang bermain," kata dia.

Oleh karena itu, Harits menganggap penting keberadaan Bahrun di Indonesia untuk segera diadili.

Dengan demikian, bisa terungkap langsung jaringan mana saja yang dia kendalikan.

"Kalau lo masih ada BN, tidak ada selesainya. Semua disebut peran BN tanpa bisa terkonfirmasi benar atau tidak, cuma berdasarkan pengakuan sepihak orang yang ditangkap. Jadi belum balance," kata Harits.

Namun, Harits mengapresiasi Densus 88 yang bergerak cepat melakukan penangkapan di empat tempat sekaligus dalam satu hari.

Hal ini merupakan langkah preventif kepolisian untuk mengamankan situasi akhir tahun dan awal tahun yang kerap dijadikan momentum bagi kelompok teroris.

"Penggerebekan di Tangerang dan tempat lain bukan kebetulan saja, tapi sudah dimonitor sebelumnya. Saya melihat aparat mencoba penindakan sebelum rencana terealisasi," kata dia.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved