Kalsel Menuju 2017

Pebisnis di Kalsel Makin Jaya Lewat Dunia Maya

Lewat sebuah gadget dengan mudahnya bisnis bisa dijalankan. Bisnis online pun semakin menggurita dengan berbagai kemudahan ditawarkan.

Editor: Yamani Ramlan
Banjarmasin Post
Banjarmasin Post Edisi 28 Desember 2016 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak bisa dipungkiri kemajuan teknologi melalui dunia maya makin berkembang. Bisnis pun tak bisa mengindahkan kecanggihan dan kecepatan internet.

Dunia seakan dalam genggaman. Lewat sebuah gadget dengan mudahnya bisnis bisa dijalankan. Bisnis online pun semakin menggurita dengan berbagai kemudahan ditawarkan.

E-Commerce atau yang biasa disebut juga dengan istilah Ecom atau Emmerce (EC) makin akrab di telinga. Merupakan pertukaran bisnis yang rutin dengan menggunakan transmisi Electronic Data Interchange (EDI) yang berkenaan dengan transaksi-transaksi belanja di internet shopping.

Hingga urang Banua pun kini sudah bermunculan menawarkan berbagai produk dengan cukup klik internet. Pembeli juga tak repot repot datang ke counter penjualan, cukup klik barang yang dipesan sudah ada yang mengantar.

Begitu juga dengan yang berjualan, tak perlu memesan tempat untuk berjualan dengan harga sewa yang mahal. Barang yang ditawarkan cukup difoto dan diunggah ke sosial media, tinggal tekan klik semuanya akan tersebar secara luas. Tinggal menunggu pesanan datang.

Begitu mudahnya sekarang ini memasarkan dan menjual produk. Kenyamanan pemesanan dan layanan yang mudah menjadi daya tarik tersendiri.

Popularitas jasa layanan yang meningkat di kalangan masyarakat Banjarmasin mulai membuat layanan yang ditawarkannya menjadi primadona. Terbukti dengan banyaknya order terhadap jasa layanan tersebut.

Kenyamanan yang dirasakan oleh customer adalah kunci kenapa layanan ojek online semakin bersinar. Tak heran bisnis jasa antaran pun semakin berkibar, banyak pengguna jasa yang memanfaatkannya, termasuk pemesanan makanan.

Jaringan sosial media, seperti online, instagram dan facebook dimanfaatkan untuk mempromosikan produk sasirangan dan ternyata cukup efektif. Konsumen dari berbagai kota memesannya, baik pembelian secara eceran maupun partai.

Salah satu perajin sasirangan yang eksis mengembangkan usaha produksi kain sasirangan adalah Hasbullah. Warga Jalan Sungai Jingah RT 14 nomor 3 Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin itu menekuni usaha sasirangan sejak 1995 dengan nama produknya Nida Sasirangan.

Ayah lima anak itu bersama Hairatu istrinya tak hanya memproduksi kain sasirangan, tetapi juga pakaian jadi, baik baju pesta, baju anak, mukena motif sasirangan lengkap dengan tas, seragam sasirangan untuk jemaah umrah dan haji lengkap dengan logonya dan pakaian adat lengkap dengan saung kepala.

Disebutkan, kain sasirangan merupakan hasil kerajinan masyarakat Banjar yang sudah turun temurun sehingga harus dilestarikan. Bahkan Pemko Banjarmasin mewajibkan para PNS dan sekolah memakai kain sasirangan sebagai salah satu seragam harian.

Penjualan kain sasirangan dilakukan secara partai maupun eceran. Konsumen biasanya datang ke rumah produksinya di Sungai Jingah. Selain itu juga membuka counter di Jalan Seberang Mesjid dekat turunan jembatan Pasar Lama Banjarmasin.

Tak cukup dengan counter yang ada, jaringan sosial media pun dimanfaatkan untuk memperluas jaringan pemasaran. Dan hasilnya, kain sasirangan produk Nida Sasirangan dikenal secara luas.

Harga jual kain sasirangan bervariasi, mulai dari Rp 80 ribu sampai Rp 500 ribu, tergantung bahan dan ukuran. Kualitas produknya tak perlu diragukan lagi, dijamin tidak luntur karena menggunakan bahan dan pewarna yang berkualitas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved