NEWS VIDEO

Penderita Gangguan Jiwa yang Dirantai Akhirnya Dibawa ke RSJ

Ternyata dinas kesehatan sudah pernah merujuk dan membawa Jumri ke rumah sakit jiwa Sambang Lihum, tetapi keluarganya memulang paksakan dia.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ada pemandangan tidak biasa di rumah Santi, di Jalan Kinibalu Antasan Besar Banjarmasin Tengah.

Dua orang penghuni rumah di sana dirantai oleh keluarganya sendiri. Mereka adalah Bain (15) dan Jumri (22). Bain adalah anak dari Santi, dan Jumri adalah saudara kandung dari Santi.

Mereka berdua adalah penderita gangguan mental, dan dirantai keluarganya. Kondisi mereka yang menderita gangguan jiwa menjadi alasan utama mereka dipasung.

"Mereka dirantai di rumah biar tidak mengganggu warga dan merusak rumah," terang Amin(35) anggota keluarga mereka.

Mereka tinggal di satu rumah yang mendapatkan program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni(RS-RTLI).
Tanah di sana kotor dan becek. Bau menyengat juga tercium saat memasuki rumah itu, bau tersebut dari sampah yang berserakan dan sisa kotoran manusia.

Sampah tersebut ada dikarenakan Amin(35) suami Santi bekerja sebagai tukang sampah. Sedangkan sisa kotoran manusia itu berasal dari Bain dan Jumri.

Terlihat lubang-lubang di dinding triplek rumah tersebut, ternyata lubang itu disebabkan oleh Bain yang mengamuk dulu.

"Dinding itu rusak saat karena Bain memukul-mukulnya kemarin," terang Amin.

Bain sendiri mengalami gangguan jiwa sekitar satu minggu lalu, akan tetapi dia memiliki riwayat gangguan jiwa setahun lalu.

"Setahun lalu dia memang menderita gangguan jiwa, sempat sembuh, tetapi minggu lalu dia kumat lagi," jelasnya.

Kejadian itu pun ditindaklanjuti Jajaran dinas kesehatan didampingi lurah Antasan Besar Zulfian Noor.

Toto selaku ayah kandung Jumri sempat menolak anaknya dibawa, dikarenakan tidak ingin jauh dengan anaknya.
Setelah diyakinkan oleh Pak Lurah, akhirnya mereka memperbolehkan Jumri di bawa ke Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum.

Ternyata dinas kesehatan sudah pernah merujuk dan membawa Jumri ke rumah sakit jiwa Sambang Lihum, tetapi keluarganya memulang paksakan dia.

"Jumri sudah mendapat jaminan kesehatan dan di handle dinas sosial, tetapi keluarganya malah memulangkan dia ke rumah," ujar Rahmadi, kepala Puskesmas.

Dia dan kelurahan pun akan memberikan sosialisasi kepada keluarganya, bahwa pemasungan itu melanggar hukum,
Dan akan meyakinkan mereka untuk tidak memulangkan Jumri dan Bain dari rumah sakit. (Banjarmasinpost.co.id/Amirul Yusuf)

Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved