Trader Banua Hit and Run

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menguat, tetapi ditutup dengan posisi profit taking di akhir sesi.

Penulis: | Editor: Elpianur Achmad
kompas.com
Suasana pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (22/11/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menguat, tetapi ditutup dengan aksi profit taking di akhir sesi.

Trader banua memilih hit and run atau beli setelah ada untung kemudian menjual pada hari itu juga di penutupan IHSG, Senin (30/1).

Branch Manager BNI Sekuritas, Yuniar Fariza Darmawan mengatakan, mover utama untuk Senin, Bumi yang ditutup dengan minus 2,18 persen.

"Selain grup Bumi hari ini movernya ada BBNI yang turun 0.43 persen, PGAS naik 2 persen lebih dan BBRI yang menguat tipis," katanya, didampingi trader Banua, Yusnofianto.

Lebih lanjut dia menjelaskan, profit taking yakni posisi mengambil sebagian atau keseluruhan keuntungan dari saham yang dipegang. Sebagian sudah masih hit and run.

Beberapa sudah profit taking dan ada beberapa yang dipindahkan ke portofolio jangka panjang. Namun secara umum masih berada dalam siklus trend pasar yang cenderung menguat dengan didasari optimisme kinerja forecast perusahaan-perusahaan disektor tambang batu bara.

Yusnofianto menambahkan, untuk hal diatas didasari dengan style investor banua yang berbeda-beda. Sebagai trader banua, dia melihat memang untuk investor banua sudah mulai beragam dan kemampuan investasi sudah cukup berkembang dengan signifikan.

"Ini perlu ditingkatkan, karena investasi yang benar salah satunya adalah investor saham di IHSG," tambahnya.

Menurutnya, dunia investasi di banua perlu digalakkan. Perlunya beberapa pihak yang berkompeten untuk mensosialisasikan investasi ini, jangan tergiur mengejar investasi bodong. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved