Pemerintah Segera Tetapkan HET Gula, Warga Berharap Pasokan Tetap Lancar
Meskipun warga berharap harga gula bisa murah, tapi yang terpenting adalah kelancaran pasokan agar harga terus terkendali.
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rencana Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga eceran tertingi (HET) gula kristal putih sebesar Rp 12.500 per kilogram (kg) pada Maret 2017, direspons biasa saja oleh warga Banua.
Meskipun warga berharap harga gula bisa murah, tapi yang terpenting adalah kelancaran pasokan agar harga terus terkendali. Sebab, saat momen tertentu seperti Ramadan dan menjelang hari besar keagamaan, harga gula melejit sehingga menyusahkan warga yang membutuhkan.
Ziah, warga Simpang Belitung, Banjarmasin, misalnya, berharap pasokan gula lancar dan harga tetap stabil."Mudah-mudahan benar-benar diterapkan, sehingga tidak ada lagi harga gula naik mendadak. Jangan nanti jelang lebaran justru HET yang dinaikkan, kemudian pasca kebutuhan meningkat harga turun lagi," ujarnya.
Dirinya membeli gula pasir lokal di Pasar Belitung, tidak jauh dari tempat tinggalnya. Saat ini harga eceran gula di pasar setempat Rp 13.000 per kilogram.
Sementara itu, pedagang gula di Pasar Belitung, Rahman mengatakan harga gula saat ini stabil. Permintaan pelanggan pun masih normal, belum ada lonjakan.
Pedagang gula di Pasar Lama Banjarmasin, Hudai Hidayat mengatakan, harga gula saat ini Rp 13.000 per kg. Sehari rata-rata laku terjual dua zak.
Terkait penetapan HET gula, Hudai mengaku belum begitu percaya. Menurutnya HET gula Rp 12.500 per kg, terdengar kurang realistis. Bagaimana komentar pengusaha asosiasi gula? baca Banjarmasin Post edisi Sabtu (4/2/2017). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/gula-dan-garam_20160602_190718.jpg)