NEWSVIDEO

Siswa di Sekolah Pinggiran Kabupaten Banjar Diragukan Siap Hadapi UNBK

Informasi didapat, Di Kabupaten Banjar, terdapat 16 SMPN yang ditetapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Banjar untuk menggelar UNBK.

Penulis: Hari Widodo | Editor: Didik Triomarsidi

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Meski sebagian besar SMP di Kabupaten Banjar belum memiliki perangkat Komputer yang lengkap namun gelaran Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang bakal digelar Mei nanti bakal diterapkan di sejumlah SMP di daerah ini .

Informasi didapat, Di Kabupaten Banjar, terdapat 16 SMPN yang ditetapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Banjar untuk menggelar UNBK.

Siswa di 16 sekolah itu pun, dipastikan bakal mengikuti UNBK di SMA ataupun SMKN terdekat yang berjarak 5 kilometer dari sekolah itu. Ada 10 SMA/SMK/MA yang akan menjadi tempat pelaksanaan UNBK SMP.

Keputusan Disdik Banjar menunjuk 16 sekolah ini tentu saja cukup mengkhawatirkan karena sebagian besar sekolah yang ditunjuk melaksanakan UNBK pun diragukan siap dari segi sarana prasarana pendukung terutama komputer plus internet.

Selain itu, tidak semua siswa di tingkat smp menguasai komputer terutama siswa di sekolah pinggiran.

Diantaranya siswa di SMPN 7 Martapura. Sebanyak 18 orang siswa peserta UNBK di sekolah itu sebagian besar tidak terbiasa menyentuh komputer.

Siswa kelas IX, Dina mengaku hanya Sedikit-sedikit saja menguasai komputer. Dia Tidak terlalu, bisa mengoperasionalkan komputer.

"Saya tidak terlalu bisa mengoperasionalkan. Tidak tahu, nanti gimana mengoperasionalkan,"katanya.

Menurut siswa lainnya, Nita, di sekolahnya memang diajarkan pelajaran TIKom. Tetapi, kebanyakan teori.

"Praktilknya jarang. Gugup ai,"ujarnya.
SMPN 7 Martapura termasuk pula 16 sekolah yang ditunjuk melaksanakan UNBK. Mereka bakal ikut nebeng UNBK di SMKN 1 Martapura.

Kepala SMPN 7 Martapura, Herly Effansyah membenarkan sekolahnya juga masuk daftar sekolah yang mengikuti UNBK.

Diakuinya, meski di sekolah diajarkan komputer tetapi kebanyakan keterampilan siswanya dalam penguasaan komputer masih sangat terbatas.

"Kalau ngetik gitu saja sih bisa saja mereka. Tetapi sebatas itu saja kemampuan mereka,"katanya.

Herly menjelaskan ada sebanyak 18 muridnya yang mengikuti UN tahun ini. Mereka umumnya, berasal dari keluarga tidak mampu sehingga sangat jarang memegang komputer sehingga kemampuan komputernya terbatas.

Akan tetapi, karena sudah ditunjuk terpaksa Dia harus menyiapkan siswanya untuk menghadapi UNBK ini.(Banjarmasin Post/Hari Widodo)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved