Bali
Saking Tingginya Banjir, Warga Gianyar Bali Ini Terpaksa Berenang Mencari Ternak
Selain menyebabkan beberapa bangunan tergenang air, hewan ternak yang biasa dikandangkan di belakang rumah hanyut terbawa air
“Banjir juga membawa banyak ular piton. Semoga saja tidak terjadi apa-apa pada warga sini,” ujar Bang Jali.
Warga lainnya, I komang Parwita mengatakan, banjir terjadi karena sungai sepit dan dangkal.
Selain itu, beberapa tanggulnya juga sudah ambruk.
Pihaknya berharap pemerintah mengambil sikap terhadap permasalahan yang dihadapi warga Teges.
“Kami berharap pemerintah memperbaiki sungai, kalau bisa diperlebar dan diperdalam lagi, supaya saat musim hujan tidak banjir,” tegasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gianyar, I Nyoman Nuadi mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan resmi dari masyarakat.
Namun pihaknya telah medapatkan informasi terkait banjir tersebut.
Ia juga sudah menugaskan stafnya untuk melakukan pengecekan.
“Petugas sudah mengecek ke sana, kalau memang disebabkan adanya sumbatan sampah, secepatnya akan dilakukan pengerukan. Kalau dikatakan fisik sungai jadi alasannya, saya kira tidak. Karena saya tahu betul sungai itu. Namun untuk memastikannya, kami akan cek dulu,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/warga-mencari-hewan-ternaknya-yang-hanyut-di-banjar-teges-kelurahankecamatan-gianyar_20170204_174715.jpg)