Gara-gara Cucu, Mertua Dihajar Menantu

Korban terpaksa melaporkan pelaku ke polisi karena ulahnya berani menganiaya Suparmi, Jumat (24/2/2017).

Gara-gara Cucu, Mertua Dihajar Menantu
tribunjatim.com
Korban Suparmi saat diantar suaminya melapor ke Sentra Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lamongan, Jumat (24/2/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, LAMONGAN - Akup (30) warga Klating Kecamatan, Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Tmur ini benar-benar sebagai menantu yang durhaka terhadap mertuanya.

Betapa tidak kurang ajar, Akup berani menghajar ibu mertuanya, Suparmi (41) gara-gara cucu.
Korban terpaksa melaporkan pelaku ke polisi karena ulahnya berani menganiaya Suparmi, Jumat (24/2/2017).

Sebenarnya masalahnya dipicu cucunya, Abizar yang baru berusia 4 bulan.
Sejak kelahiran Abizar sang menantu tidak pernah pulang ke kediaman Suparmi yang juga istri pelaku.

Namun dengan tiba-tiba, Akup bertandang ke rumah Suparmi dan mengambil anaknya.

"Saya larang dan saya pertahankan," ungkap Suparmi kepada TribunJatim.com, Jumat (24/2/2017).

Sementara Sunardi (43) suami Suparmi warga Dusun Lenjer Desa Dukung Agung Tikung juga meminta pada pelaku untuk membantu memanen padi.

Tapi Akup juga menolak. Nah, saat dilarang membawa anaknya ke rumah Akup di Klating dan dilarang itulah, pelaku langsung memukul muka Suparmi.

Lantaran begitu kerasnya pukulan pelaku, mulut Suparmi sampai mengucurkan darah segar.
Melihat aksi sang menantu, Sunardi tidak kuasa membela istrinya.

"Saya tidak bisa menolong istri, karena saat kejadian saya juga sedang sakit. Hanya bisa mengelus dada dan melihat darah yang mengucur," aku Sunardi. (tribunjatim.com)

Sakit hati karena dianiaya, akhirnya Jumat siang tadi melapor ke SPKT.

Namun saat sedang diproses di SPKT dan PPA, tiba - tiba istri pelaku meminta ibunya membatalkan laporannya. Dan mengancam akan minggat jika ibunya tetap melaporkan Akub, suaminya.

Ternyata permintaan anaknya itu meluluhkan hati Suparmi dan korban langsung membatalkan laporannya. Kemudian meninggalkan ruangan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved