Menhub Akan Teliti Transportasi Super Cepat Hyperloop
Hyperloop merupakan alat transportasi berbentuk tabung yang berfungsi sebagai pengantar gerbong-gerbong seperti kereta.
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi belum memikirkan untuk membangun transportasi super cepat Hyperloop. Menurut dia, perlu persiapan untuk membangun transportasi super cepat tersebut.
"Belum kita aplikasikan, tetapi ke depan mungkin," ujar Menhub Budi Karya kepada Kompas.com di Jakarta, Jumat (10/3/2017).
Meski demikian, pihaknya akan menindak lanjuti untuk meneliti alat transportasi tersebut. Sebab, dengan adanya transportasi tersebut jarak waktu tempuh antar kota di Indonesia akan semakin cepat.
Contohnya, sebuah rute Hyperloop dari Jakarta menuju Yogyakarta akan memakan waktu kurang lebih 25 menit, jika dibandingkan dengan menggunakan mobil yang dapat memakan waktu hingga hampir 10 jam.
Jakarta menuju Bandung hanya akan memakan waktu 9 menit, jika dibandingkan dengan yang biasanya memakan waktu hingga 2,5 jam.
"Ke depan kita tindak lanjuti. Kita pastinya mengapresiasi dan meneliti. Akan tetapi azaz kehati-hatian, karena Kemenhub belum meneliti dan di Amerika Serikat (AS) sendiri baru dalam tahap studi," kata Menhub Budi Karya.
Sekadar informasi, Hyperloop merupakan alat transportasi berbentuk tabung yang berfungsi sebagai pengantar gerbong-gerbong seperti kereta.
Transportasi ini hanya mengandalkan satu kapsul dalam satu kali perjalanan. Kecepatan Hyperloop bisa mencapai 1.300 km per jam. (KOMPAS.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/hyperloop_20170310_141949.jpg)