NEWSVIDEO

Penjualan Patin Lesu tapi Petani Tambak Ini Tetap Bertahan, Ini Rahasianya

Ditengah runtuhnya sebagian usaha budidaya patin di Kabupaten Banjar, H Anang Syamsuri tetap sukses bertahan dengan tambak patinnya

Penulis: Hari Widodo | Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST. CO. ID. MARTAPURA - Ditengah runtuhnya sebagian usaha budidaya patin di Kabupaten Banjar, H Anang Syamsuri tetap bertahan dengan usaha yang telah 12 tahun ini digelutinya.

Terlihat sebelas kolam ikannya miliknya di Desa Sungai Sipai masih berjalan lancar. Ikan patin berukuran besar tampak memenuhi kolamnya.

Untuk bertahan di tengah anjloknya harga ikan patin, pria yang akrab disapa H Unang ini berjuang dengan menjual sendiri ikan patin peliharaannya.

Menurutnya, setiap hari Dia membawa ikan patin dari kolamnya ke Pasar Martapura. Dia juga menjual langsung ke rumah-rumah makan di Martapura dan juga Banjarbaru.

"Saya memasok setiap hari ke rumah makan seperti rumah makan Pelangi, Madinah, simpangan, warung Yuli di Cempaka," ujarnya, Selasa (14/3/2017).

Setiap harinya, untuk ke pasar dan ke rumah makan ikan patin Dia menjual hingga sebanyak 300 kg ikan patin.

Selain itu, Dia jual juga ke pedagang ikan Puruk Cahu setiap minggu sebanyak 1,5 ton.

Di Pasar Martapura selain menjual ke pedagang ikan, Dia juga menjual sendiri ikan patin ke pembeli.

Harganya lumayan bisa lebih baik. ke pedagang ikan Dia bisa menjual dengan harga Rp17. 500/kg. Sedangkan, kalau ke pembeli dan juga rumah makan harganya bisa dilepas dengan harga Rp20 ribu/kg.

"Alhamdulillah di saat sebagian besar pengusaha patin disini tidak bisa melanjutkan usahanya saya masih bisa bertahan," katanya penuh syukur. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved