Liga Lainnya
Setelah Membunuh Secara Sadis Mantan Pacarnya, Laleki Ini Tetap Diijinkan ke Lapangan Bola
Tragisnya, pembunuh berdarah dingin ini diizinkan kembali ke lapangan bola meski telah membunuh seorang wanita dengan sangat keji.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang penjaga gawang asal Brazil, Bruno Fernandes de Souza, telah bebas dari penjara atas kasus pembunuhan sadis yang dilakukannya enam tahun silam.
Tragisnya, pembunuh berdarah dingin ini diizinkan kembali ke lapangan bola meski telah membunuh seorang wanita dengan sangat keji.
Bruno Fernandes de Souza dipenjara hanya enam tahun karena telah membunuh, menculik, dan menyembunyikan mantan pacarnya yang juga seorang mantan model Brasil, Eliza Samudio.
Kekejaman Bruno tak sampai di situ saja, setelah membunuh, dia memutilasi jenazah mantannya itu dan memberikannya pada anjingnya untuk dimakan.
Kekejamannya itu hanya beralasan sang wanita ingin Bruno bertanggung jawab atas anaknya, hasil dari hubungan mereka.
Dilansir dari The Sun, Bruno adalah seorang pemain sepakbola asal Brazil yang berposisi sebagai penjaga gawang.
Dahulu sebelum pembunuhan keji itu, karier sepakbolanya cukup berhasil, bahkan dia bergabung dengan AC Millan.
Penjaga gawang ini juga pernah bermain untuk klub-klub papan atas Negeri Samba, seperti CR Flamengo dan Atletico Mineiro.
Meski sudah dicap sebagai pembunuh keji, Bruno tetap diberi kesempatan oleh President club sepakbola, Boa Esporte.
"Aku berterima kasih pada President club yang telah membukakan pintu untukku. Aku sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan, " ucap Bruno dikutip dari The Sun.
"Tujuan dari klub ini adalah untuk naik ke peringkat pertama Kejuaraan Brasil dan itu juga merupakan tujuan saya sekarang." ungkap penjaga gawang berumur 32 tahun ini.
"Manusia bisa membuat rencana, tapi yang menentukan hasil akhirnya adalah Tuhan. Saya bergabung untuk membantu dan tidak memikirkan diri sendiri," tambahnya.
Rone Moraes da Costa, President Club Boa Esporte memperjuangkan kembalinya Bruno secara resmi di tengah kritik keras yang menyerangnya.
"Esporte tak berrtanggung jawab atas pelepasan dan kebebasan Bruno," ujar Da Costa.
Dia menambahkan bahwa club ini "memberikan pekerjaan kepada orang-orang yang berniat untuk pulih".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/bruno-fernandes-de-souza_20170315_152429.jpg)