NEWS VIDEO
Begini Cara Memadamkan Api Dari Tabung Gas yang Menyala, Ibu-ibu pun Takjub
Kalangan ibu-ibu pegawai yang berada di lapangan pun takjub dan langsung mendekat dan memberikan tepuk tangan kepada satuan bidang Damkar di Satpol PP
Penulis: Man Hidayat | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - "Awas meledak gasnya. beraninya orang itu main api dan tabung gas," ucap Eka, pegawai kantor Bupati Tanahbumbu usai apel HUT Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tanahbumbu di halaman kantor Bupati Tanahbumbu, Senin (20/3/17) pagi.
Banyak pegawai yang berteriak untuk menghindari ledakan kompor gas. Namun, satuan bidang pemadam kebakaran dengan beraninya memegang api dari selang gas dan menutup selang tersebut.
Usai ditutup, api pun hilang. Kalangan ibu-ibu pegawai yang berada di lapangan pun takjub dan langsung mendekat dan memberikan tepuk tangan kepada satuan bidang Damkar di Satpol PP dan damkar yang menjadi satu dinas itu.
Ibu-ibu itu pun akhirnya bisa memahami bahwa gas dan kompor tersebut tidak bisa meledak. Karena atraksi yang dilakukan bidang damkar ini sekaligus sosialisasi penanganan bila muncul api di kompor gas ataupun dari selang dan tabung gas.
"Saya kira tabungnya bisa meledak. Sekarang saya jadi tahu setelah diperagakan cara mematikan api dari wajan, selang gas dan tabung gasnya," kata Eka yang sempat ketakutan melihat api karena takut meledak.
Dari atraksi tersebut merupakan rangkaian acara peringatan HUT Satpol PP dan Pemadam Kebakaran. Bidang damkar melakukan atraksi kompor gas dan tabung gas yang masih belum diketahui masyarakat khususnya kalangan ibu-ibu.
Pada atraksi tersebut mengajarkan, agar kalangan ibu-ibu ketika mengalami kejadian saat sedang memasak, mulai dari api muncul dari wajan hingga gas mengalami kebocoran bisa diatasi dengan mudah.
Kepala bidang Damkar pada Dinas Satpol PP dan damkar Tanbu, muhyar melalui komandan posko Satui, Joni dan kawan-kawan langsung memperagakan cara mengatasi permasalahan yang biasa menimbulkan kebakaran. Masyarakat khususnya ibu-ibu disarankan untuk tidak panik.
"Bila muncul api pada kompor gas, maka langkah pertama jangan panik. Selanjutnya ambil lah kain basah untuk menutupi wajah searah mata angin jangan melawan arah angin, setelah menutupi dengan kain basah, api dengan sendirinya akan mati," katanya.
Selain itu, bila tabung gas mengalami kebocoran, selang tabung bisa langsung ditutup menggunakan jari tangan. Setelah itu mencabut regulator pada tabung gas, agar gas tidak keluar lagi.
"Ini pembelajaran bahwa tabung tidak bisa meledak, cukup tutup selang dan cabut regulatornya saja, api akan padam. Bila ada rokok pun sebenarnya tidak akan menyala bila terkena gas," kata Joni saat atraksi bersama tim gabungan posko simpangempat, Satui, Kusan Hilir dan posko Batulicin serta Satui.(Banjarmasin Post/Man Hidayat)